Rupiah Melemah di Awal Pekan Akibat Tegangan Geopolitik dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Rupiah melemah menjadi Rp17.774 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, dipengaruhi eskalasi konflik AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 11.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan pada awal perdagangan Rabu, mencapai level Rp17.774 per dolar AS, melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.744. Pergerakan ini tercermin dari tekanan global yang muncul akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan AS terhadap acara pernikahan di wilayah Iran dikabarkan menewaskan empat orang dan melukai 50 lainnya, menambah eskalasi ketegangan regional yang berdampak pada sentimen pasar keuangan global.
Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.820 dalam perdagangan hari ini. Pemicu utama melemahnya rupiah adalah lonjakan harga minyak dunia yang terus berlanjut akibat ketegangan geopolitik, serta kenaikan ekspektasi inflasi di AS yang mendorong antisipasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed). Data terkini menunjukkan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan September telah naik menjadi 66 persen, meningkat dari 35 persen sebelumnya, dengan perkiraan kenaikan sebesar 25 basis points menuju level 4 persen.
Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari tren domestik. Surplus neraca perdagangan yang menurun secara bertahap mulai memberi tekanan pada nilai tukar. Pada periode Januari-Juli 2026, surplus perdagangan barang Indonesia tercatat sebesar 3,70 miliar dolar AS, menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, inflasi bulanan (month-to-month) pada Agustus 2026 mencatat angka 0,21 persen, yang dianggap masih tinggi dan memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan harga dalam jangka pendek. Permintaan dolar AS yang meningkat untuk pemenuhan impor juga turut berkontribusi terhadap pelemahan rupiah.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan internal, pergerakan rupiah diproyeksikan tetap rentan terhadap volatilitas, terutama jika tensi geopolitik terus memburuk atau kebijakan moneter AS lebih agresif dari perkiraan. Stabilitas nilai tukar akan sangat bergantung pada respons kebijakan dalam negeri, termasuk pengendalian inflasi dan kebijakan valuta asing yang komprehensif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Aparatur Sipil Negara yang belum lunasi pajak kendaraan bermotor bakal menghadapi pemotongan Tunjangan Perbaikan Posisi (TPP) sebagai bentuk teguran dan penguatan kepatuhan fiskal.
9 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA


