Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan dari Dolar AS Meningkat

Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.725 per dolar AS, dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan kenaikan nilai indeks dolar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan dari Dolar AS Meningkat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi pada awal perdagangan Senin (31/8/2026), bergerak ke posisi Rp17.725 per dolar AS, menandai awal pekan yang berada dalam zona merah. Pergerakan ini mencatat pelemahan sebesar 0,23% dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya, yang sempat menunjukkan penguatan 0,17% ke level Rp17.685. Penurunan ini terjadi seiring dengan kenaikan tekanan terhadap mata uang lokal, terutama menyusul kenaikan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 99,624 pada pukul 09.00 WIB.

Kenaikan DXY terjadi setelah pelemahan pada akhir pekan lalu, yang disusul lonjakan sebesar 0,55% pada penutupan Jumat (28/8/2026). Pemicu utama kenaikan tersebut berasal dari pernyataan Ketua The Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam pidato di simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa The Fed masih memiliki tugas yang belum selesai jika inflasi tidak kembali ke target 2%, membuka kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat September.

Pernyataan tersebut langsung memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar. Akibatnya, aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia terhambat, menambah tekanan terhadap rupiah. Dolar AS juga mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam 10 pekan terakhir, dengan DXY sempat menyentuh level tertinggi sejak 17 Agustus 2026, yaitu 99,727.

Di dalam negeri, pasar menantikan Rapat Paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026) yang akan menentukan calon pimpinan Bank Indonesia periode 2026–2031. Destry Damayanti diproyeksikan menjadi calon Gubernur BI, sementara Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro ditetapkan sebagai calon Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI. Keputusan ini dinilai krusial untuk menjaga konsistensi kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya