Rupiah Melemah ke Rp17.710, Tekanan dari Kenaikan Suku Bunga AS
Rupiah ditutup melemah 0,14% ke level Rp17.710 per dolar AS, terdampak ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan greenback sepanjang pekan lalu.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Senin (31/8/2026) dengan pelemahan sebesar 0,14% terhadap dolar AS, menetapkan posisi akhir di Rp17.710 per dolar. Penurunan ini terjadi meski tekanan terhadap mata uang domestik sedikit mereda menjelang penutupan pasar. Pada sesi perdagangan, rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di Rp17.755 sebelum memperbaiki posisi hingga akhirnya menutup di angka 25 poin lebih lemah dibandingkan penutupan Jumat (28/8) di Rp17.685.
Pelemahan rupiah berlangsung meski secara teknis lebih kuat dibandingkan posisi pembukaan pagi hari yang berada di Rp17.725. Penyebab utama koreksi berasal dari penguatan dolar AS pada akhir pekan sebelumnya, yang terjadi setelah Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pernyataan yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat September. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, yang berdampak pada meningkatnya daya tarik aset berdenominasi dolar.
Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan September melonjak dari 35% menjadi 57,5% setelah pidato Warsh di simposium Jackson Hole. Penguatan dolar AS juga terlihat dari indeks dolar AS (DXY) yang sempat mencapai 99,727, posisi tertinggi sejak 17 Agustus 2026, sebelum kembali melemah 0,16% ke level 99,550 pada penutupan perdagangan hari ini. Meski demikian, koreksi DXY belum cukup mengangkat rupiah kembali ke zona positif.
Pasar juga memperhatikan agenda penting di lingkungan kebijakan moneter nasional, yaitu Rapat Paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026) yang akan menentukan calon pimpinan Bank Indonesia periode 2026–2031. Destry Damayanti diproyeksikan menjadi calon Gubernur BI, sementara Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI. Keputusan ini dinilai menentukan arah kebijakan moneter dan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


