Rupiah Melemah ke Rp17.750/AS$ di Akhir Perdagangan
Rupiah turun 0,23% ke level Rp17.750 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, didorong penguatan greenback global dan ketegangan geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan hari ini dengan tekanan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, bergerak ke level Rp17.750 per dolar AS. Penurunan ini mencatatkan penurunan harian sebesar 0,23%, atau 40 poin dari posisi sebelumnya di Rp17.710/AS$. Pergerakan mata uang nasional terus berada dalam zona negatif sepanjang hari, menunjukkan rentang fluktuasi antara Rp17.755 hingga Rp17.780 per dolar AS.
Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama penekanan terhadap rupiah. Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,08% pada pukul 15.00 WIB ke posisi 99,759, melanjutkan kenaikan sebelumnya sebesar 0,25% pada hari sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berujung pada serangan udara AS terhadap target di Iran pada Selasa waktu setempat.
Eskalasi tersebut memperburuk sentimen pasar, menyebabkan lonjakan harga minyak lebih dari 4% dan memperkuat kekhawatiran inflasi global. Di pasar obligasi, imbal hasil surat berharga pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield obligasi Jepang tenor yang sama mencapai 3% untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Peningkatan imbal hasil AS semakin menarik aliran modal ke aset berdenominasi dolar, membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Di tengah tekanan tersebut, Komisi XI DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia telah menyetujui asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan APBN 2027. Nilai tukar rupiah ditetapkan pada level Rp17.500/AS$, sesuai dengan proyeksi BI yang memperkirakan pergerakan rupiah di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 pada tahun depan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 6%, inflasi 2,5%, imbal hasil SBN 10 tahun 6,9%, dan defisit anggaran 2,4% atau setara Rp671,2 triliun.
Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, menegaskan bahwa penetapan asumsi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik, termasuk risiko geopolitik, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta kondisi pasar keuangan. Penetapan angka-angka ini menjadi dasar pengambilan kebijakan fiskal dan moneter yang terarah dan responsif terhadap perubahan lingkungan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

