Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.750/AS$ di Akhir Perdagangan

Rupiah turun 0,23% ke level Rp17.750 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, didorong penguatan greenback global dan ketegangan geopolitik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.750/AS$ di Akhir Perdagangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan hari ini dengan tekanan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, bergerak ke level Rp17.750 per dolar AS. Penurunan ini mencatatkan penurunan harian sebesar 0,23%, atau 40 poin dari posisi sebelumnya di Rp17.710/AS$. Pergerakan mata uang nasional terus berada dalam zona negatif sepanjang hari, menunjukkan rentang fluktuasi antara Rp17.755 hingga Rp17.780 per dolar AS.

Penguatan dolar AS secara global menjadi faktor utama penekanan terhadap rupiah. Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,08% pada pukul 15.00 WIB ke posisi 99,759, melanjutkan kenaikan sebelumnya sebesar 0,25% pada hari sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berujung pada serangan udara AS terhadap target di Iran pada Selasa waktu setempat.

Eskalasi tersebut memperburuk sentimen pasar, menyebabkan lonjakan harga minyak lebih dari 4% dan memperkuat kekhawatiran inflasi global. Di pasar obligasi, imbal hasil surat berharga pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield obligasi Jepang tenor yang sama mencapai 3% untuk pertama kalinya dalam tiga dekade. Peningkatan imbal hasil AS semakin menarik aliran modal ke aset berdenominasi dolar, membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Di tengah tekanan tersebut, Komisi XI DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia telah menyetujui asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan APBN 2027. Nilai tukar rupiah ditetapkan pada level Rp17.500/AS$, sesuai dengan proyeksi BI yang memperkirakan pergerakan rupiah di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 pada tahun depan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 6%, inflasi 2,5%, imbal hasil SBN 10 tahun 6,9%, dan defisit anggaran 2,4% atau setara Rp671,2 triliun.

Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, menegaskan bahwa penetapan asumsi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik, termasuk risiko geopolitik, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta kondisi pasar keuangan. Penetapan angka-angka ini menjadi dasar pengambilan kebijakan fiskal dan moneter yang terarah dan responsif terhadap perubahan lingkungan ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya