Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat Pagi Ini ke Rp17.605 per Dolar AS

Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.605 per dolar AS pada perdagangan Senin, didukung oleh pergerakan mata uang regional yang bervariasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat Pagi Ini ke Rp17.605 per Dolar AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (14/9) berada di posisi Rp17.605 per dolar AS, menguat 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan global yang menunjukkan perbedaan arah, dengan sebagian besar mata uang Asia mengalami tekanan. Peso Filipina, won Korea Selatan, dolar Singapura, yen Jepang, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong semua melemah terhadap dolar AS, sementara yuan China sedikit menguat.

Di sisi lain, mata uang negara maju juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Euro Eropa turun 0,12 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,09 persen. Dolar Kanada menjadi satu-satunya mata uang utama yang menguat, meski hanya sebesar 0,01 persen. Tekanan terhadap rupiah tetap menjadi perhatian, mengingat dinamika global yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar domestik.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi rupiah akan bergerak melemah dalam perdagangan hari ini. Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi AS yang dipicu oleh data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi faktor utama. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang menembus angka US$100 per barel juga turut memberikan tekanan pada rupiah. Kedua faktor ini menambah tekanan terhadap mata uang lokal dalam jangka pendek.

Dalam prospek perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang masih terkendali, namun tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar global. Investor diminta tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi makro AS dan fluktuasi harga komoditas, yang berpotensi memengaruhi arah rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya