Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat Ringan di Awal Pekan, Tekanan dari Imbal Hasil AS Masih Menghantui

Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.916 per dolar AS, didorong koreksi dolar AS dan data jasa AS yang melemah, namun ruang penguatan terbatas oleh imbal hasil obligasi tinggi dan kenaikan harga minyak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Menguat Ringan di Awal Pekan, Tekanan dari Imbal Hasil AS Masih Menghantui📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi berada di posisi Rp17.916 per dolar AS, menguat sebesar satu poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah koreksi dolar AS yang menguat secara umum di pasar mata uang Asia, dengan sejumlah mata uang regional seperti yuan China, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang juga menunjukkan apresiasi. Sebaliknya, peso Filipina dan won Korea Selatan melemah, sementara dolar Hong Kong sedikit terkoreksi.

Pergerakan rupiah sejalan dengan tren global, di mana euro Eropa dan poundsterling Inggris menguat tipis, sementara dolar Australia dan franc Swiss mengalami penurunan. Di sisi lain, dolar Kanada bergerak stabil. Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat yang menunjukkan kelemahan, sehingga menekan nilai dolar AS.

Namun, penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena tekanan dari imbal hasil obligasi AS yang tetap tinggi serta kenaikan harga minyak mentah dunia. Faktor-faktor ini menahan aksi beli terhadap rupiah, meskipun kondisi eksternal cukup mendukung. Lukman menambahkan bahwa pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi domestik penting dalam pekan ini, termasuk cadangan devisa, tingkat kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan akan berada dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Investor tetap bersikap hati-hati, menunggu sinyal lebih jelas dari data ekonomi dalam negeri yang akan memengaruhi sentimen terhadap mata uang lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya