Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Stabil di Level Rp17.642 Akibat Ekspektasi Pelemahan Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat 0,21% menjadi Rp17.642 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, dipengaruhi ekspektasi pelemahan dolar AS dan sikap dovish pejabat The Fed.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Stabil di Level Rp17.642 Akibat Ekspektasi Pelemahan Dolar AS
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kurs rupiah pada akhir perdagangan Jumat menunjukkan penguatan signifikan, bergerak ke level Rp17.642 per dolar AS, menguat 37 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.679. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap dolar AS, khususnya terkait potensi pelemahannya dalam tengah jangka menengah. Penguatan rupiah juga didukung oleh perkembangan nilai tukar yen yang terus mengalami apresiasi, memperkuat tekanan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai utama.

Menurut analis ekonomi dari Permata Bank, penguatan rupiah dipicu oleh harapan terhadap intervensi terkoordinasi terhadap yen dan potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ), yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap dolar AS. Investor mulai memindahkan alokasi aset dari dolar AS ke mata uang emerging markets, termasuk rupiah, sebagai respons terhadap pergeseran tren global tersebut. Hal ini menciptakan tekanan jual terhadap dolar AS dan mendukung penguatan mata uang lokal di kawasan Asia.

Di sisi lain, pernyataan dovish dari pejabat The Fed, Christopher Waller, turut menjadi faktor pendorong penguatan rupiah. Waller menyatakan bahwa dirinya cenderung menyetujui pertahankan kebijakan moneter saat ini jika inflasi terus menunjukkan tanda moderasi. Pernyataan ini mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam rapat FOMC September 2026, yang pada akhirnya menurunkan daya tarik dolar AS sebagai aset berbunga tinggi. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut berada di sekitar 50%.

Kurs JISDOR Bank Indonesia pada hari yang sama juga mencatat penguatan, berada di Rp17.636 per dolar AS, lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.689. Pergerakan ini menunjukkan konsistensi tren penguatan rupiah dalam sepekan terakhir, didorong oleh kombinasi faktor eksternal yang menguntungkan dan perubahan ekspektasi pasar global terhadap kebijakan moneter AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya