Rupiah Stabil di Rp17.630, Cadangan Devisa Naik Jadi US$146,5 Miliar
Rupiah ditutup stagnan di Rp17.630 per dolar AS pada awal pekan, didukung kenaikan cadangan devisa dan pelemahan dolar global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berakhir di posisi Rp17.630 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026), tidak berubah dari penutupan akhir pekan sebelumnya. Meski sempat melemah hingga ke level Rp17.665 dalam sesi perdagangan, mata uang nasional berhasil memangkas kerugian dan menutup hari di angka yang sama. Pergerakan tersebut terjadi di tengah pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang melemah tipis menjadi 99,088 pada pukul 15.00 WIB, setelah sebelumnya menguat 0,27% pada Jumat.
Kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi faktor penopang utama stabilitas rupiah. Pada akhir Agustus 2026, cadangan devisa mencapai US$146,5 miliar, meningkat dari US$145,3 miliar pada akhir Juli. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, meskipun terjadi pembayaran utang luar negeri dan kebijakan stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa kebijakan BI tetap responsif terhadap ketidakpastian pasar global. Ia menyatakan bahwa posisi cadangan devisa saat ini mencukupi untuk membiayai 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar internasional yang disyaratkan tiga bulan. Angka ini menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat.
Dari sisi global, dolar AS menghadapi tekanan karena kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS yang terus membengkak dan ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed meningkat menjadi sekitar 57% pada September, tekanan dari kenaikan suku bunga di negara lain membatasi selisih yang bisa menguntungkan dolar. Data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini menjadi penentu arah pergerakan greenback selanjutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

