Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Stabil di Rp17.710, Pasar Pantau Kenaikan Suku Bunga AS

Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di Rp17.710 per dolar AS, seiring ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penilaian pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Stabil di Rp17.710, Pasar Pantau Kenaikan Suku Bunga AS
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini tetap bertahan di level Rp17.710 per dolar AS, tak mengalami perubahan dibandingkan posisi penutupan sesi sebelumnya. Pemantauan dari data Refinitiv menunjukkan pergerakan yang datar, menggambarkan ketegangan pasar yang masih menunggu sinyal lebih jelas dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi ini terjadi meski indeks dolar AS (DXY) menguat tipis 0,04% menjadi 99,468 pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang secara global.

Dinamika pasar saat ini didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada pertemuan 15–16 September 2026. Peluang kenaikan kini naik menjadi 64%, meningkat signifikan dari sekitar 35% sebelum pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki kewajiban untuk menekan inflasi jika tidak kembali menuju target 2%, yang memperkuat kemungkinan langkah hawkish dalam waktu dekat.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di AS berdampak langsung pada daya tarik aset berdenominasi dolar, sehingga menahan penguatan rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya. Pasar kini fokus pada rilis data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini, sebagai penentu utama arah kebijakan moneter global. Di tengah itu, pergerakan rupiah tetap terkendali, menunjukkan ketahanan terhadap tekanan eksternal meskipun belum menunjukkan penguatan signifikan.

Di dalam negeri, pasar juga menantikan keputusan Rapat Paripurna DPR yang akan membahas penetapan calon pimpinan Bank Indonesia. Destry Damayanti, calon tunggal yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, akan diputuskan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Selain itu, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro juga akan menjadi bahan pembahasan untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur. Kejelasan susunan kepemimpinan BI diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap konsistensi kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya