Rupiah Stabil di Rp17.710, Pasar Pantau Kenaikan Suku Bunga AS
Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di Rp17.710 per dolar AS, seiring ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penilaian pasar terhadap arah kebijakan moneter global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini tetap bertahan di level Rp17.710 per dolar AS, tak mengalami perubahan dibandingkan posisi penutupan sesi sebelumnya. Pemantauan dari data Refinitiv menunjukkan pergerakan yang datar, menggambarkan ketegangan pasar yang masih menunggu sinyal lebih jelas dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Kondisi ini terjadi meski indeks dolar AS (DXY) menguat tipis 0,04% menjadi 99,468 pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang secara global.
Dinamika pasar saat ini didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada pertemuan 15–16 September 2026. Peluang kenaikan kini naik menjadi 64%, meningkat signifikan dari sekitar 35% sebelum pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki kewajiban untuk menekan inflasi jika tidak kembali menuju target 2%, yang memperkuat kemungkinan langkah hawkish dalam waktu dekat.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di AS berdampak langsung pada daya tarik aset berdenominasi dolar, sehingga menahan penguatan rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya. Pasar kini fokus pada rilis data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini, sebagai penentu utama arah kebijakan moneter global. Di tengah itu, pergerakan rupiah tetap terkendali, menunjukkan ketahanan terhadap tekanan eksternal meskipun belum menunjukkan penguatan signifikan.
Di dalam negeri, pasar juga menantikan keputusan Rapat Paripurna DPR yang akan membahas penetapan calon pimpinan Bank Indonesia. Destry Damayanti, calon tunggal yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, akan diputuskan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Selain itu, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro juga akan menjadi bahan pembahasan untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur. Kejelasan susunan kepemimpinan BI diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap konsistensi kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Erupsi bersamaan enam gunung api di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh pertemuan siklus aktivitas alami, bukan keterkaitan sistem magma.
9 September 2026

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Probabilitas Indonesia menjadi negara maju masih di bawah ambang batas, tertinggal dari Thailand dan Vietnam berdasarkan metode analisis kinerja ekonomi struktural.
9 September 2026

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Peningkatan belanja emas oleh bank sentral dunia mencatat rekor hingga Juli 2026, didorong kebutuhan diversifikasi cadangan dan stabilitas dalam era ketegangan global.
9 September 2026

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
LPS sukses gelar Lampung Financial Festival 2026 dengan 6.800 pengunjung, fokus pada penguatan pemahaman keuangan generasi muda.
9 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


