Rupiah Stabil saat Pasokan Valas Melimpah
Keseimbangan supply dan demand valuta asing menjadi kunci stabilitas nilai tukar rupiah, didorong ekspor dan arus modal masuk.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditentukan oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan valuta asing di dalam negeri. Deputi Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa dinamika nilai tukar bukan hanya soal kekuatan mata uang, tetapi juga ekosistem perdagangan dan keuangan domestik yang saling terkait. Ketika pasokan dolar meningkat, seperti dari hasil ekspor atau investasi asing, rupiah cenderung menguat. Sebaliknya, jika permintaan dolar melonjak—misalnya akibat impor besar atau arus modal keluar—rupiah akan tertekan.
Ekspor menjadi sumber utama pasokan valas, karena setiap pengiriman barang ke luar negeri menghasilkan devisa dalam bentuk dolar AS. Selain itu, masuknya modal asing melalui pembelian surat berharga atau investasi langsung juga menambah pasokan valuta asing. Sebaliknya, impor barang dan jasa dari luar negeri memerlukan pembayaran dalam mata uang asing, sehingga meningkatkan permintaan dolar. Fenomena repatriasi atau penarikan dana oleh investor asing juga turut mendorong kenaikan permintaan terhadap valuta asing.
Tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah kondisi fundamental, struktural, dan sentimen pasar global. Faktor fundamental mencakup neraca perdagangan dan transaksi berjalan, sementara faktor struktural berkaitan dengan pola penggunaan valas oleh pelaku ekonomi domestik dan asing. Di sisi lain, sentimen pasar—seperti ketegangan geopolitik atau fluktuasi harga minyak—dapat memicu lonjakan permintaan dolar secara global, yang berdampak pada tekanan terhadap rupiah.
Rupiah dinyatakan menguat ketika nilai tukarnya turun, misalnya dari Rp17.000 per dolar AS menjadi Rp15.500. Artinya, lebih sedikit rupiah yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar, menunjukkan kenaikan daya beli. Sebaliknya, jika nilai tukar naik, rupiah melemah. Kondisi ini terjadi ketika permintaan dolar meningkat, seperti saat terjadi arus modal keluar atau kenaikan impor. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan valas menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


