Rupiah Terdepresiasi Akibat Kekuatan Ekonomi AS
Nilai tukar rupiah melemah 0,55% menjadi Rp17.916 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan PMI AS yang menunjukkan ekonomi Amerika tetap kuat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.58 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Rupiah mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis, melemah 98 poin atau 0,55 persen terhadap dolar AS, mencapai level Rp17.916 per dolar AS. Penguatan dolar AS terjadi setelah data PMI AS bulan September menunjukkan peningkatan signifikan, dengan indeks komposit naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus, menjadi yang tertinggi sejak Juli 2021. Kenaikan ini mencerminkan aktivitas bisnis yang terus bergerak positif, memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang tetap ketat dari Federal Reserve.
Dampak dari sentimen global tersebut dirasakan secara luas pada pasar keuangan emerging markets, termasuk rupiah. Karena dolar AS semakin menarik sebagai aset safe haven, mata uang negara berkembang menghadapi tekanan penurunan. Hal ini diperparah oleh persistensi inflasi dan biaya tinggi di sektor ekonomi AS, yang memperkuat harapan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sehingga memperkuat dolar secara global.
Di sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen dan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui penggunaan instrumen moneter secara optimal. Posisi cadangan devisa yang tetap kuat, mencapai sekitar 146,5 miliar dolar AS, menjadi faktor pendukung ketahanan eksternal dan memberikan ruang bagi kebijakan stabilisasi nilai tukar.
Kurs JISDOR Bank Indonesia pada hari yang sama juga melemah ke level Rp17.893 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.803, mencerminkan tekanan yang masih berlanjut di pasar spot. Meskipun kondisi eksternal menekan, langkah-langkah antisipatif dari otoritas moneter dinilai mampu menahan gejolak lebih dalam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

