Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Terdepresiasi Akibat Kekuatan Ekonomi AS

Nilai tukar rupiah melemah 0,55% menjadi Rp17.916 per dolar AS, dipengaruhi kenaikan PMI AS yang menunjukkan ekonomi Amerika tetap kuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.58 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
Rupiah Terdepresiasi Akibat Kekuatan Ekonomi AS📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Rupiah mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis, melemah 98 poin atau 0,55 persen terhadap dolar AS, mencapai level Rp17.916 per dolar AS. Penguatan dolar AS terjadi setelah data PMI AS bulan September menunjukkan peningkatan signifikan, dengan indeks komposit naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus, menjadi yang tertinggi sejak Juli 2021. Kenaikan ini mencerminkan aktivitas bisnis yang terus bergerak positif, memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang tetap ketat dari Federal Reserve.

Dampak dari sentimen global tersebut dirasakan secara luas pada pasar keuangan emerging markets, termasuk rupiah. Karena dolar AS semakin menarik sebagai aset safe haven, mata uang negara berkembang menghadapi tekanan penurunan. Hal ini diperparah oleh persistensi inflasi dan biaya tinggi di sektor ekonomi AS, yang memperkuat harapan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sehingga memperkuat dolar secara global.

Di sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen dan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui penggunaan instrumen moneter secara optimal. Posisi cadangan devisa yang tetap kuat, mencapai sekitar 146,5 miliar dolar AS, menjadi faktor pendukung ketahanan eksternal dan memberikan ruang bagi kebijakan stabilisasi nilai tukar.

Kurs JISDOR Bank Indonesia pada hari yang sama juga melemah ke level Rp17.893 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.803, mencerminkan tekanan yang masih berlanjut di pasar spot. Meskipun kondisi eksternal menekan, langkah-langkah antisipatif dari otoritas moneter dinilai mampu menahan gejolak lebih dalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya