Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Tuduh NATO Ingin Kooptasi PBB

Moskow menuding NATO memiliki rencana sistematis untuk melemahkan PBB dan mengubahnya menjadi alat kepentingan barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rusia Tuduh NATO Ingin Kooptasi PBB
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengungkapkan bahwa negara-negara anggota NATO telah lama berupaya merusak kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi menjadikannya instrumen yang berada di bawah kendali mereka. Menurutnya, tujuan utama NATO bukan memperkuat PBB, melainkan melemahkan fungsi independensinya secara bertahap.

Zakharova menegaskan bahwa rencana ini bukan hal baru, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang sudah dirancang sejak awal. Ia menyebut bahwa awalnya NATO bahkan berkeinginan untuk membubarkan PBB secara total, meski kini lebih memilih pendekatan terselubung untuk memengaruhi kebijakan organisasi global tersebut.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa negara-negara Barat, termasuk sekutu NATO, tidak berminat memperkuat PBB. Bahkan, banyak di antaranya tidak membayar iuran keanggotaan, menunjukkan minimnya komitmen terhadap institusi multilateral. Menurutnya, status universal PBB justru dianggap sebagai ancaman oleh negara-negara barat karena menghambat dominasi politik dan militer mereka.

Zakharova menekankan bahwa PBB seharusnya menjadi lembaga mandiri yang mampu menyelesaikan krisis tanpa intervensi asing. Namun, menurutnya, upaya NATO justru bertujuan untuk menghancurkan kemandirian tersebut, sehingga PBB hanya mampu berfungsi sebagai alat untuk mewujudkan agenda tertentu, bukan sebagai penengah netral. Tujuan akhirnya, menurut dia, adalah mengubah PBB dari organisasi multilateral menjadi alat politik yang bisa dikendalikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya