Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham Indonesia Melemah Sementara, Pasar Antisipasi Ketegangan Global

IHSG turun 0,47% ke level 6.636 pada Jumat, namun pekan lalu menguat 1,82% dengan volume perdagangan meningkat signifikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Saham Indonesia Melemah Sementara, Pasar Antisipasi Ketegangan Global
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun pada penutupan perdagangan Jumat (4/9), menunjukkan penurunan 31,41 poin atau 0,47% ke posisi 6.636. Pada hari itu, total nilai transaksi mencapai Rp15,04 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 35,80 miliar saham. Meski mengalami koreksi akhir pekan, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 1,82% dalam sepekan terakhir, didorong oleh tiga hari perdagangan yang menguat dan dua hari lainnya melemah.

Kinerja pasar tercatat positif secara keseluruhan, dengan kapitalisasi pasar bursa naik dari Rp11.431 triliun menjadi Rp11.599 triliun dalam periode 31 Agustus hingga 4 September 2026. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 35,9% dari 36,05 miliar menjadi 48,99 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian naik 25,75% dari Rp15,29 triliun menjadi Rp19,22 triliun, dengan frekuensi transaksi harian juga melonjak 10,93% menjadi 2,39 juta kali.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp29,76 miliar pada pekan lalu, dan secara tahunan telah mencatatkan jual bersih sebesar Rp68,05 triliun. Pergerakan pasar ke depan diproyeksikan bergerak mixed dengan tekanan melemah terbatas. Analis dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak antara 6.575 (support) dan 6.718 (resistance), dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik AS-Iran dan rilis data cadangan devisa domestik.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas memperingatkan risiko koreksi lebih dalam, dengan IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.337 hingga 6.786. Faktor yang menjadi sorotan meliputi rilis data inflasi AS (CPI dan PPI), eskalasi konflik Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kinerja cadangan devisa. Dalam rekomendasi teknikal, saham PTRO, TINS, AMRT, ELSA, dan SSMS disebut memiliki potensi kenaikan ke level 5.950, 4.720, 1.365, 830, dan 1.365 masing-masing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya