Saham Indonesia Melemah Sementara, Pasar Antisipasi Ketegangan Global
IHSG turun 0,47% ke level 6.636 pada Jumat, namun pekan lalu menguat 1,82% dengan volume perdagangan meningkat signifikan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun pada penutupan perdagangan Jumat (4/9), menunjukkan penurunan 31,41 poin atau 0,47% ke posisi 6.636. Pada hari itu, total nilai transaksi mencapai Rp15,04 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 35,80 miliar saham. Meski mengalami koreksi akhir pekan, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 1,82% dalam sepekan terakhir, didorong oleh tiga hari perdagangan yang menguat dan dua hari lainnya melemah.
Kinerja pasar tercatat positif secara keseluruhan, dengan kapitalisasi pasar bursa naik dari Rp11.431 triliun menjadi Rp11.599 triliun dalam periode 31 Agustus hingga 4 September 2026. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 35,9% dari 36,05 miliar menjadi 48,99 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian naik 25,75% dari Rp15,29 triliun menjadi Rp19,22 triliun, dengan frekuensi transaksi harian juga melonjak 10,93% menjadi 2,39 juta kali.
Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp29,76 miliar pada pekan lalu, dan secara tahunan telah mencatatkan jual bersih sebesar Rp68,05 triliun. Pergerakan pasar ke depan diproyeksikan bergerak mixed dengan tekanan melemah terbatas. Analis dari Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak antara 6.575 (support) dan 6.718 (resistance), dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik AS-Iran dan rilis data cadangan devisa domestik.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas memperingatkan risiko koreksi lebih dalam, dengan IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.337 hingga 6.786. Faktor yang menjadi sorotan meliputi rilis data inflasi AS (CPI dan PPI), eskalasi konflik Timur Tengah, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kinerja cadangan devisa. Dalam rekomendasi teknikal, saham PTRO, TINS, AMRT, ELSA, dan SSMS disebut memiliki potensi kenaikan ke level 5.950, 4.720, 1.365, 830, dan 1.365 masing-masing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


