Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham Kesehatan Melonjak Dukung Penguatan Pasar

Penguatan signifikan sektor kesehatan didorong oleh sentimen erupsi Anak Krakatau, dengan 28 dari 38 emiten menguat, termasuk MEDS dan SOHO yang melonjak hingga 34,72%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saham Kesehatan Melonjak Dukung Penguatan Pasar
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham mengalami kenaikan di sektor kesehatan pada perdagangan sesi I, Senin (7/9/2026), meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,12% ke posisi 6.628,19. Dari total 38 emiten yang tercatat dalam sektor ini, sebanyak 28 saham mencatatkan kenaikan, 6 stagnan, dan 4 lainnya melemah. Kinerja sektoral sektor kesehatan naik 1,42%, menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tertinggi di sesi perdagangan pertama hari itu.

Penguatan paling mencolok terjadi pada PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), yang melonjak 34,72% ke level Rp97. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) mengikuti dengan kenaikan 24,90% ke Rp1.505, disusul PT Haloni Jane Tbk (HALO) yang naik 24,64% ke Rp86. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) juga melonjak 21,59% ke Rp535, sementara PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 18,79% ke Rp196. PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) menyusul dengan kenaikan 16,18% ke Rp79.

Saham lain yang menguat antara lain OBAT (12,17%), IRRA (11,76%), SURI (7,50%), PEHA (8,44%), PRIM (7,69%), PYFA (6,52%), OMED (6,45%), CHEK (3,73%), RSCH (5%), DGNS (5,30%), dan SILO (3,74%). Di sisi lain, emiten seperti INAF, DVLA, MTMH, PRAY, SCPI, dan SIDO tetap stagnan. Empat saham yang melemah adalah SRAJ (-1,13%), RSGK (-1,06%), CARE (-4,39%), serta PRDA (-0,35%).

Dorongan penguatan ini berasal dari perhatian pasar terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya penyebaran abu vulkanik yang memicu kekhawatiran kesehatan pernapasan. Sentimen ini menguntungkan emiten yang bergerak di bidang masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait. Di sisi lain, IHSG tetap tertekan oleh tekanan dari saham-saham kapitalisasi besar, terutama di sektor keuangan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, yang menjadi pemberat utama indeks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya