Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Santri Diminta Bangkitkan Semangat Juang, Kesehatan Terdampak Karhutla Jadi Fokus

Menteri Kesehatan melaporkan 333.470 kasus ISPA akibat karhutla, sementara pemerintah dorong santri berani tumbuh tanpa batas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Santri Diminta Bangkitkan Semangat Juang, Kesehatan Terdampak Karhutla Jadi Fokus📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan pentingnya semangat berjuang bagi generasi muda, khususnya santri, dalam membangun bangsa. Menteri Agama menekankan bahwa tidak boleh ada batasan dalam diri santri, baik secara mental maupun aspirasional, karena sikap semacam itu justru mempersempit potensi dan mengurangi pengaruh mereka di tengah masyarakat. Ia menekankan perlunya keberanian dan komitmen tinggi agar santri tidak hanya menjadi pelaku tradisi, tetapi juga aktor perubahan.

Di sisi lain, dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang muncul akibat kabut asap mencapai 333.470 orang sejak awal musim kebakaran. Angka ini menjadi indikator nyata kerentanan masyarakat terhadap polusi udara, terutama di wilayah yang terdampak langsung seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Untuk menangani kondisi ini, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk antisipasi terhadap potensi mundurnya awal musim hujan hingga 2027 akibat fenomena El Nino yang sangat kuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan koordinasi lintas sektor telah dimatangkan demi menekan risiko kekeringan dan kebakaran yang berulang.

Selain itu, program kesehatan nasional seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 907 ribu pasien dengan diagnosis hipertensi dan diabetes telah memulai pengobatan setelah terdeteksi dalam program tersebut. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik terhadap kebijakan publik, termasuk program Makan Bergizi Gratis, demi memastikan transparansi dan perbaikan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya