Santri Diminta Bangkitkan Semangat Juang, Kesehatan Terdampak Karhutla Jadi Fokus
Menteri Kesehatan melaporkan 333.470 kasus ISPA akibat karhutla, sementara pemerintah dorong santri berani tumbuh tanpa batas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan pentingnya semangat berjuang bagi generasi muda, khususnya santri, dalam membangun bangsa. Menteri Agama menekankan bahwa tidak boleh ada batasan dalam diri santri, baik secara mental maupun aspirasional, karena sikap semacam itu justru mempersempit potensi dan mengurangi pengaruh mereka di tengah masyarakat. Ia menekankan perlunya keberanian dan komitmen tinggi agar santri tidak hanya menjadi pelaku tradisi, tetapi juga aktor perubahan.
Di sisi lain, dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang muncul akibat kabut asap mencapai 333.470 orang sejak awal musim kebakaran. Angka ini menjadi indikator nyata kerentanan masyarakat terhadap polusi udara, terutama di wilayah yang terdampak langsung seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Untuk menangani kondisi ini, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk antisipasi terhadap potensi mundurnya awal musim hujan hingga 2027 akibat fenomena El Nino yang sangat kuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan koordinasi lintas sektor telah dimatangkan demi menekan risiko kekeringan dan kebakaran yang berulang.
Selain itu, program kesehatan nasional seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 907 ribu pasien dengan diagnosis hipertensi dan diabetes telah memulai pengobatan setelah terdeteksi dalam program tersebut. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik terhadap kebijakan publik, termasuk program Makan Bergizi Gratis, demi memastikan transparansi dan perbaikan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

