Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sapi Angus Pecahkan Rekor Harga Rp 7,4 Miliar di Lelang Australia

Seekor sapi jantan Angus asal Australia terjual dengan harga Rp 7,4 miliar, memecahkan rekor lelang ternak internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sapi Angus Pecahkan Rekor Harga Rp 7,4 Miliar di Lelang Australia
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seekor sapi jantan Angus asal wilayah Central West, Australia, berhasil mencatatkan rekor baru dalam sejarah lelang ternak dengan nilai jual mencapai US$420 ribu atau setara Rp 7,4 miliar. Transaksi ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya, ketika seekor sapi Wagyu betina muda terjual dengan harga US$400 ribu (sekitar Rp 7 miliar). Harga tinggi tersebut menunjukkan permintaan tinggi terhadap genetik unggul dalam industri peternakan global.

Sapi berjenis kelamin jantan yang diberi nama Wyatt W50 ini dibeli oleh Gundungarra Angus du Moss Vale, sebuah peternakan terkemuka di Southern Highlands. Pemilik sebelumnya, Ross Thompson, mengungkapkan perasaan haru dan kekecewaan saat melepas hewan yang dianggap sebagai puncak dari hasil pemuliaan ternak selama bertahun-tahun. Ia menyebut Wyatt W50 sebagai sapi jantan terbaik yang pernah dipasarkan oleh peternakannya.

Thompson menekankan kualitas unggul dari sapi tersebut, tidak hanya dari segi penampilan yang dinilainya selevel supermodel manusia, tetapi juga dari sisi genetik dan performa keturunan. Sapi ini memiliki silsilah yang beragam dan diakui mampu menghasilkan keturunan dengan kemampuan adaptasi tinggi, termasuk kemudahan melahirkan dan pertumbuhan berat badan yang signifikan. Kualitas tersebut membuatnya sangat diminati oleh peternak di berbagai belahan dunia.

Sperma dari Wyatt W50 telah menarik minat dari peternak di Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Thompson menyambut antusiasme global ini sebagai bukti bahwa Australia tetap menjadi pusat penyedia genetik ternak berkualitas tinggi. Ia menyebut momen ini sebagai kebanggaan dan pengakuan atas komitmen panjang dalam pemuliaan sapi yang berkelanjutan dan berbasis ilmu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya