SATRIA-1 Resmi Beroperasi Perkuat Internet di Wilayah Terpencil
Satelit SATRIA-1 telah resmi beroperasi, meningkatkan akses internet di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di seluruh Indonesia sejak 2023.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Satelit komunikasi SATRIA-1 secara resmi mulai beroperasi pada tahun 2023, menandai langkah strategis dalam memperluas konektivitas digital ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Dengan kemampuan menjangkau daerah terpencil di Sulawesi Tenggara, Papua, dan Nusa Tenggara, satelit ini menjadi tulang punggung infrastruktur komunikasi nasional. Kehadirannya khususnya mendukung program pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang merata.
Melalui sistem transmisi berbasis satelit, SATRIA-1 mampu menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan daerah. Dengan kapasitas transmisi yang besar, satelit ini mampu mendukung pengiriman data dalam jumlah besar, termasuk transmisi video dan aplikasi berbasis cloud. Hal ini menjadi kunci dalam mendorong digitalisasi sektor publik di daerah terluar.
Satelit ini dilengkapi dengan teknologi antena adaptif dan sistem pengelolaan frekuensi cerdas, yang memungkinkan penyesuaian sinyal secara dinamis terhadap kondisi cuaca dan lalu lintas data. Dengan desain tahan lama dan sistem redundansi tinggi, SATRIA-1 dirancang untuk beroperasi minimal selama 15 tahun, menjamin keberlanjutan layanan.
Tujuan utama pengoperasian SATRIA-1 adalah memperkuat keterhubungan antar wilayah, mempercepat transformasi digital, serta mendukung kemandirian teknologi nasional. Dengan adanya satelit ini, akses informasi dan layanan digital di daerah terpencil kini lebih stabil dan dapat diandalkan. Pemerintah menegaskan bahwa SATRIA-1 bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian integral dari upaya membangun Indonesia yang inklusif dan terhubung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


