Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sayuran Terkena Abu Vulkanik, Bisa Dimakan Setelah Dicuci?

Sayuran yang terkena abu vulkanik tetap aman dikonsumsi jika dicuci bersih, asalkan tidak terpapar dalam jumlah besar atau kontaminasi berat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Sayuran Terkena Abu Vulkanik, Bisa Dimakan Setelah Dicuci?
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kehadiran abu vulkanik akibat erupsi gunung api tidak otomatis membuat sayuran tidak layak dikonsumsi. Jika abu hanya menempel di permukaan tanaman, pencucian dengan air bersih dapat menghilangkan partikel tersebut tanpa membahayakan. Hal ini ditegaskan oleh penelitian dari lembaga geologi internasional yang menyoroti pentingnya pembersihan permukaan sebelum dikonsumsi.

Namun, keamanan sayuran tidak hanya ditentukan oleh tampilan fisiknya. Kandungan kimia dalam abu vulkanik, seperti fluorida, logam berat, dan senyawa sulfur, bisa meresap ke dalam tanaman terutama jika paparannya berkepanjangan atau terjadi di daerah dekat sumber erupsi. Dalam kondisi seperti itu, pencucian biasa tidak cukup untuk menjamin keamanan pangan.

Studi terhadap berbagai jenis tanaman menunjukkan bahwa sayuran berdaun seperti selada dan kubis lebih rentan terhadap dampak abu dibandingkan tanaman umbi seperti wortel dan bawang. Hal ini disebabkan oleh struktur daun yang lebih luas dan cenderung menahan partikel abu. Semakin tebal lapisan abu, semakin besar pula risiko penurunan produksi dan penyerapan zat berbahaya.

Pemerintah daerah dan otoritas kesehatan perlu menginformasikan status kontaminasi di wilayah terdampak. Jika ditemukan indikasi tinggi pada kandungan berbahaya, masyarakat diminta tidak mengonsumsi sayuran dari area tersebut meskipun sudah dicuci. Pencucian hanya efektif untuk abu yang belum menyerap ke dalam jaringan tanaman.

Dengan demikian, langkah terbaik adalah memisahkan bagian sayuran yang rusak atau sangat kotor, lalu mencucinya dengan air bersih tanpa deterjen. Jika tidak yakin, lebih baik menunda konsumsi hingga ada hasil uji resmi dari instansi terkait. Keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari tampilan segar sayuran tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya