Sayuran Terkena Abu Vulkanik, Bisa Dimakan Setelah Dicuci?
Sayuran yang terkena abu vulkanik tetap aman dikonsumsi jika dicuci bersih, asalkan tidak terpapar dalam jumlah besar atau kontaminasi berat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kehadiran abu vulkanik akibat erupsi gunung api tidak otomatis membuat sayuran tidak layak dikonsumsi. Jika abu hanya menempel di permukaan tanaman, pencucian dengan air bersih dapat menghilangkan partikel tersebut tanpa membahayakan. Hal ini ditegaskan oleh penelitian dari lembaga geologi internasional yang menyoroti pentingnya pembersihan permukaan sebelum dikonsumsi.
Namun, keamanan sayuran tidak hanya ditentukan oleh tampilan fisiknya. Kandungan kimia dalam abu vulkanik, seperti fluorida, logam berat, dan senyawa sulfur, bisa meresap ke dalam tanaman terutama jika paparannya berkepanjangan atau terjadi di daerah dekat sumber erupsi. Dalam kondisi seperti itu, pencucian biasa tidak cukup untuk menjamin keamanan pangan.
Studi terhadap berbagai jenis tanaman menunjukkan bahwa sayuran berdaun seperti selada dan kubis lebih rentan terhadap dampak abu dibandingkan tanaman umbi seperti wortel dan bawang. Hal ini disebabkan oleh struktur daun yang lebih luas dan cenderung menahan partikel abu. Semakin tebal lapisan abu, semakin besar pula risiko penurunan produksi dan penyerapan zat berbahaya.
Pemerintah daerah dan otoritas kesehatan perlu menginformasikan status kontaminasi di wilayah terdampak. Jika ditemukan indikasi tinggi pada kandungan berbahaya, masyarakat diminta tidak mengonsumsi sayuran dari area tersebut meskipun sudah dicuci. Pencucian hanya efektif untuk abu yang belum menyerap ke dalam jaringan tanaman.
Dengan demikian, langkah terbaik adalah memisahkan bagian sayuran yang rusak atau sangat kotor, lalu mencucinya dengan air bersih tanpa deterjen. Jika tidak yakin, lebih baik menunda konsumsi hingga ada hasil uji resmi dari instansi terkait. Keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari tampilan segar sayuran tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


