Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencapai Wilayah Tangerang
Sebagian besar wilayah Tangerang terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi berkelanjutan Gunung Anak Krakatau, dengan pemantauan intensif dari BPBD dan imbauan kewaspadaan dari BMKG.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi terus-menerus Gunung Anak Krakatau telah merambah ke sejumlah wilayah di Kota Tangerang, termasuk Karang Tengah, yang menjadi titik terdepan terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi bahwa kondisi ini menandai penyebaran luas di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Dampak ini tercatat sejak malam Jumat (4/9) hingga hari ini, dengan pemantauan berkelanjutan oleh tim mitigasi daerah.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta analisis citra satelit Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 21.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Klaster pertama menyebar hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah tenggara-selatan, meliputi wilayah Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Klaster kedua mencapai ketinggian 50.000 kaki ke arah barat daya-barat laut, menjangkau Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudera Hindia sebelah barat.
BMKG telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di area terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan mata, menggunakan masker, serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak kesehatan dari paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan gangguan penglihatan.
Sebelumnya, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau, Deni Mardiono, menyatakan bahwa hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis telah mulai terjadi di pesisir Banten, terbawa angin dari arah timur. Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level III atau Siaga, dengan larangan keras bagi masyarakat dan wisatawan untuk mendekati kawasan berbahaya dalam radius tiga kilometer dari kawah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


