Sekolah di Kepri Bisa Terapkan BDR Jika Kualitas Udara di Atas 110
Kebijakan belajar dari rumah akibat kabut asap tetap berlaku dan diserahkan ke satuan pendidikan berdasarkan kondisi kualitas udara lokal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) sebagai respons terhadap kabut asap di wilayah Kepulauan Riau tetap berlaku tanpa perubahan, dengan penentuan pelaksanaannya menjadi kewenangan masing-masing sekolah menengah dan SLB. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Sekda Kepri Nomor B/421.3/58/DISDIK-SET/2026 yang dikeluarkan pada 29 September 2026.
Ketika indeks kualitas udara akibat kabut asap mencapai angka lebih dari 110, sekolah diperbolehkan menerapkan BDR sebagai langkah protektif terhadap kesehatan siswa. Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menekankan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam menilai kondisi lingkungan secara aktual dan responsif terhadap ancaman kesehatan.
Untuk mendukung keputusan tersebut, pihak sekolah diminta terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup guna memantau perkembangan kualitas udara secara real-time di wilayah masing-masing. Pemantauan ini menjadi acuan utama dalam menentukan kapan BDR perlu diberlakukan.
Pada awal Oktober 2026, kabut asap kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kepri, terutama di Pulau Bintan dan kawasan pesisir Tanjungpinang. Jarak pandang turun drastis hingga mencapai 1–3 kilometer, membuat beberapa pulau nyaris tak terlihat. Data dari Batam menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori tidak sehat sejak sekitar pukul 10.00 WIB, mengindikasikan risiko tinggi terhadap kesehatan pernapasan.
BMKG Tanjungpinang menyatakan bahwa kabut asap yang melanda Kepri merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera serta Kalimantan. Penurunan jarak pandang ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan penerbangan, terutama ketika jarak pandang turun di bawah lima kilometer.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jokowi Bertemu Prabowo di Kertanegara, Fokus pada Stabilitas Nasional
Presiden Jokowi bertemu Presiden Prabowo di kediamannya, Kertanegara, pada Selasa malam 6 Oktober 2026, dengan agenda utama koordinasi kebijakan dan menjaga stabilitas politik nasional.
7 Oktober 2026

7 Pengaturan Ponsel Wajib Dicek Sebelum Ke Luar Negeri
Sebelum bepergian ke luar negeri, pastikan ponsel telah disesuaikan dengan tujuh pengaturan penting untuk efisiensi, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan.
7 Oktober 2026

Dua Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien Setelah Operasi Darurat
Pasien cuci darah di Samarinda mengalami komplikasi akibat dua kawat penuntun tertinggal di jantung pascaoperasi pemasangan ring, diduga akibat kurangnya penjelasan medis sebelum tindakan.
7 Oktober 2026

Tidur Bersama Kucing: Aman atau Berisiko?
Tidur bersama kucing bisa memberi ketenangan, namun perlu pertimbangan kesehatan dan kebersihan untuk menghindari gangguan tidur, alergi, dan penularan penyakit.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mahasiswa Dihukum 5 Bulan karena Edit Teks Meme Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

DPR Minta Evaluasi Pembebasan Bersyarat Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

Trump Akui Tak Paham Siapa Pemimpin Iran Saat Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

250 Ribu Pelajar dan Guru Turun ke Jalan Tuntut Perbaikan Pendidikan Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.51 WITA

Polisi Prancis Didakwa Usai Remaja 14 Tahun Patah Rahang Saat Demo
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA

Trump Sebut LA dan San Diego Bisa Dihancurkan, Pemimpin California Kecam Keras
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.50 WITA

Rebecca Klopper Periksa Kembali Kasus Video Syur ke Bareskrim
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.49 WITA

KPU Diminta Tanggung Jawab atas Status Ijazah Gibran
Rabu, 7 Oktober 2026, 17.48 WITA

