Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLTS 100 GW Diharapkan Hemat Subsidi Rp73 Triliun

Program PLTS 100 GWp diproyeksikan menghemat subsidi listrik hingga Rp73 triliun, sejalan dengan target pemerintah mencapai kemandirian energi dalam tiga tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLTS 100 GW Diharapkan Hemat Subsidi Rp73 Triliun📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp73 triliun melalui realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pencapaian ini mampu memberikan efisiensi signifikan terhadap belanja subsidi listrik yang saat ini menyerap lebih dari Rp200 triliun dari APBN. Ia menekankan urgensi inovasi dan aksi cepat untuk mewujudkan transformasi energi nasional secara menyeluruh.

Pembangunan PLTS 100 GWp dimulai dengan 14 proyek awal yang tersebar di enam provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, dengan kapasitas total 5,3 GWp. Proyek ini membutuhkan investasi sebesar 73 miliar dolar AS, dan diharapkan dapat menyelesaikan seluruh target dalam waktu tiga tahun, dengan tantangan untuk menyelesaikannya lebih awal, bahkan dalam dua tahun.

Presiden Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program ini dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, sekaligus meletakkan batu pertama di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya kemandirian energi sebagai fondasi kekuatan nasional, yang tak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dalam menghadapi perubahan global.

Untuk mewujudkan target tersebut, Presiden menginstruksikan seluruh elemen strategis, termasuk Kabinet Merah Putih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero), untuk berkoordinasi secara sinergis dan cepat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam percepatan implementasi, khususnya dalam penyiapan infrastruktur, perizinan, serta pembiayaan proyek skala besar.

Kehadiran PLTS 100 GWp bukan hanya tentang penghematan anggaran, tetapi juga bagian dari transformasi sistem energi nasional menuju keberlanjutan. Dengan proyek ini, Indonesia berupaya menjadikan energi surya sebagai pilar utama dalam pasokan listrik, sekaligus menopang pertumbuhan industri dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya