Serangan AS Picu 18 Tewas dan 142 Luka di Iran
Serangan udara Amerika Serikat di wilayah Iran menyebabkan 18 orang tewas dan 142 lainnya terluka dalam rentang 30 Agustus hingga 2 September, menandai kenaikan dramatis eskalasi militer di kawasan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Serangan udara yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat pada malam 1 September menewaskan 18 warga Iran dan melukai 142 lainnya, sebagaimana diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour. Data tersebut mencatat korban dalam periode antara 30 Agustus hingga 2 September, termasuk 61 perempuan dan 44 anak di bawah usia 18 tahun. Dari jumlah tewas, dua di antaranya adalah perempuan dan satu anak. Kermanpour menekankan bahwa setiap angka mencerminkan nyawa manusia dan dampak mendalam bagi keluarga korban.
Serangan ini terjadi setelah jeda hampir sebulan dalam konflik militer di kawasan, yang berakhir ketika Amerika Serikat menyerang Pulau Larak pada Minggu, 28 Agustus. Washington menyatakan bahwa target serangan adalah dua peluncur roket milik Iran yang diduga sedang dipersiapkan untuk melepas ranjau laut. Respons dari Iran datang melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang menyerang fasilitas militer AS di lima negara tetangga, termasuk Irak, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian membalas dengan serangan udara malam hari pada 1 September terhadap sejumlah sasaran militer IRGC di dalam wilayah Iran. Serangan ini menandai kembalinya intensifikasi konflik setelah perjanjian kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni 2026, yang sebelumnya ditujukan untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali akses melalui Selat Hormuz. Namun, kesepakatan itu terancam runtuh karena perbedaan penafsiran dalam implementasinya, yang kemudian memicu eskalasi pada bulan Juli.
Kementerian Kesehatan Iran menegaskan bahwa dampak serangan tidak hanya terlihat dari jumlah korban, tetapi juga pada beban sistem kesehatan dan trauma sosial yang muncul di kalangan masyarakat. Kermanpour menyerukan kepedulian global atas kemanusiaan dan pentingnya mencegah perang di kawasan yang secara strategis sensitif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


