Serangan AS Picu 260 Orang Terluka di Iran
Jumlah korban luka akibat serangan militer AS terhadap Iran mencapai 260 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, seiring eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi peningkatan jumlah korban luka akibat serangan militer terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, mencapai lebih dari 260 orang. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara kementerian, Hossein Kermanpour, pada Rabu, 15 Juli 2026, melalui saluran komunikasi publik digital. Ia menyebutkan bahwa di antara yang terluka terdapat tiga perempuan dan enam warga di bawah usia 18 tahun, menunjukkan dampak luas terhadap warga sipil.
Sebelumnya, pada 11 Juli, Iran telah melaporkan 17 korban tewas dan 115 lainnya terluka akibat serangan yang dimulai sejak 8 Juli. Kermanpour tidak memberikan update terkini mengenai jumlah kematian, tetapi menegaskan bahwa eskalasi militer terhadap negaranya terus berlanjut. Serangan yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian aksi balasan antara Iran dan Amerika Serikat yang memburuk seiring ketegangan di Selat Hormuz.
Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan dilakukan sebagai respons atas intervensi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, yang dianggap mengancam keamanan pelayaran internasional. Namun, Iran menolak tuduhan tersebut dan menekankan bahwa tindakannya merupakan upaya membela kedaulatan dan keamanan maritim negara.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Puncak eskalasi terjadi pada 12 Juli, ketika Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga AS menghentikan aktivitas militer di kawasan. Keputusan ini disampaikan di tengah meluasnya konfrontasi bersenjata antara kedua negara, yang menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas jalur perdagangan dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

