Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan AS Picu 260 Orang Terluka di Iran

Jumlah korban luka akibat serangan militer AS terhadap Iran mencapai 260 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, seiring eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan AS Picu 260 Orang Terluka di Iran
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi peningkatan jumlah korban luka akibat serangan militer terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, mencapai lebih dari 260 orang. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara kementerian, Hossein Kermanpour, pada Rabu, 15 Juli 2026, melalui saluran komunikasi publik digital. Ia menyebutkan bahwa di antara yang terluka terdapat tiga perempuan dan enam warga di bawah usia 18 tahun, menunjukkan dampak luas terhadap warga sipil.

Sebelumnya, pada 11 Juli, Iran telah melaporkan 17 korban tewas dan 115 lainnya terluka akibat serangan yang dimulai sejak 8 Juli. Kermanpour tidak memberikan update terkini mengenai jumlah kematian, tetapi menegaskan bahwa eskalasi militer terhadap negaranya terus berlanjut. Serangan yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian aksi balasan antara Iran dan Amerika Serikat yang memburuk seiring ketegangan di Selat Hormuz.

Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan dilakukan sebagai respons atas intervensi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, yang dianggap mengancam keamanan pelayaran internasional. Namun, Iran menolak tuduhan tersebut dan menekankan bahwa tindakannya merupakan upaya membela kedaulatan dan keamanan maritim negara.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Kuwait, Bahrain, dan Yordania. Puncak eskalasi terjadi pada 12 Juli, ketika Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga AS menghentikan aktivitas militer di kawasan. Keputusan ini disampaikan di tengah meluasnya konfrontasi bersenjata antara kedua negara, yang menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas jalur perdagangan dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya