Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Udara AS Tewaskan 4 di Pesta Pernikahan Iran

Serangan udara Amerika Serikat di dekat Kuhestak, Iran, menewaskan empat orang dan melukai 68 lainnya saat menghantam rumah yang menjadi lokasi upacara pernikahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Serangan Udara AS Tewaskan 4 di Pesta Pernikahan Iran
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah serangan udara yang diduga berasal dari amunisi Amerika Serikat menghantam sebuah rumah di Kuhestak, Sirik, Iran, saat sedang berlangsung upacara pernikahan. Ledakan dahsyat yang terjadi pada siang hari menghancurkan atap rumah dan menyebabkan puing-puing berserakan di sekitar lokasi. Saksi mata yang menyaksikan kejadian itu mengungkapkan teriakan panik dari para hadirin, termasuk seruan "Tuhan tolong kami" yang terdengar jelas dalam rekaman video yang beredar.

Kerusakan yang terlihat dari gambar udara menunjukkan lubang besar di atap rumah dan kerusakan struktural parah pada bagian halaman. Beberapa puing yang masih berserakan menunjukkan intensitas ledakan yang sangat tinggi. Insiden ini menewaskan empat orang dan melukai setidaknya 68 lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak yang hadir dalam perayaan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa amunisi tersebut tidak memantul dari target lain, melainkan langsung menghantam lokasi acara.

Peristiwa ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, pada bulan Februari, serangan rudal juga menewaskan anak-anak dan guru di sebuah sekolah dasar di Iran, yang memicu kecaman internasional. Kedua insiden menyoroti risiko tinggi terhadap warga sipil dalam operasi militer yang dilakukan di wilayah padat penduduk.

Pihak berwenang Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini, namun laporan dari sumber independen mengonfirmasi bahwa serangan tersebut terjadi di dekat lokasi pesta. Upacara pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi tragedi karena dampak dari konflik yang berkepanjangan. Insiden ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya