Serangan Udara AS Tewaskan 4 di Pesta Pernikahan Iran
Serangan udara Amerika Serikat di dekat Kuhestak, Iran, menewaskan empat orang dan melukai 68 lainnya saat menghantam rumah yang menjadi lokasi upacara pernikahan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebuah serangan udara yang diduga berasal dari amunisi Amerika Serikat menghantam sebuah rumah di Kuhestak, Sirik, Iran, saat sedang berlangsung upacara pernikahan. Ledakan dahsyat yang terjadi pada siang hari menghancurkan atap rumah dan menyebabkan puing-puing berserakan di sekitar lokasi. Saksi mata yang menyaksikan kejadian itu mengungkapkan teriakan panik dari para hadirin, termasuk seruan "Tuhan tolong kami" yang terdengar jelas dalam rekaman video yang beredar.
Kerusakan yang terlihat dari gambar udara menunjukkan lubang besar di atap rumah dan kerusakan struktural parah pada bagian halaman. Beberapa puing yang masih berserakan menunjukkan intensitas ledakan yang sangat tinggi. Insiden ini menewaskan empat orang dan melukai setidaknya 68 lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak yang hadir dalam perayaan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa amunisi tersebut tidak memantul dari target lain, melainkan langsung menghantam lokasi acara.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, pada bulan Februari, serangan rudal juga menewaskan anak-anak dan guru di sebuah sekolah dasar di Iran, yang memicu kecaman internasional. Kedua insiden menyoroti risiko tinggi terhadap warga sipil dalam operasi militer yang dilakukan di wilayah padat penduduk.
Pihak berwenang Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini, namun laporan dari sumber independen mengonfirmasi bahwa serangan tersebut terjadi di dekat lokasi pesta. Upacara pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi tragedi karena dampak dari konflik yang berkepanjangan. Insiden ini kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


