Serial Madu Atau Racun Ditarik Imbas Sensitivitas Keagamaan
Drama Malaysia Madu Atau Racun ditarik sementara dari layanan streaming setelah kontroversi soal unsur LGBTQ+ dan nilai budaya yang dianggap menyinggung kepentingan keagamaan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Serial drama Madu Atau Racun yang mulai tayang Agustus 2026 kini tengah menjadi sorotan setelah pihak berwenang Malaysia meminta penayangan dibatasi. Kontroversi muncul dari adegan-adegan yang dianggap menyiratkan tema LGBTQ+ serta dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Kekhawatiran ini mendorong respons cepat dari pemerintah, termasuk pernyataan tegas dari Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Dr. Zulkifli Hasan, yang menolak penayangan konten yang dianggap mengancam akidah generasi muda.
Ketegangan semakin memuncak ketika Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) mengajukan laporan resmi ke Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC). Proses peninjauan pun melibatkan berbagai lembaga, termasuk Lembaga Penapisan Filem (LPF) dan Communications and Multimedia Content Forum of Malaysia (CMCF), untuk menilai kesesuaian konten dengan pedoman yang berlaku. Sejalan dengan itu, iQIYI sebagai platform penayangan mengambil langkah menyunting ulang dan menarik sementara enam episode dari total 12 episode yang telah dirilis di Malaysia.
Penayangan sisa enam episode pun ditunda hingga proses penyuntingan dan evaluasi selesai. Meski belum ada jadwal pasti kapan drama ini akan kembali tayang, serial tersebut masih dapat diakses melalui layanan iQIYI di Indonesia. Langkah ini menunjukkan keberpihakan terhadap kepentingan publik dan kerentanan terhadap isu sensitif, khususnya dalam konteks keberagaman nilai dan norma sosial.
MIG Production House selaku rumah produksi menyampaikan permintaan maaf secara resmi. Perusahaan mengakui adanya adegan yang dianggap berlebihan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian penonton. Mereka menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung agama atau budaya, namun mengakui kesalahan dalam penyampaian narasi yang kurang mempertimbangkan konteks sosial yang kompleks. MIG menyatakan akan memperbaiki pendekatan kreatif dalam produksi mendatang berdasarkan masukan dari masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


