Singapura Dihantam Kabut Asap, PSI Capai Level Tidak Sehat
Kualitas udara Singapura memburuk hingga mencapai level tidak sehat dengan PSI 105, akibat kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.46 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kualitas udara di Singapura pada Jumat (4/9) pagi mencapai level tidak sehat, dengan Indeks Standar Polutan (PSI) berada di angka 105 pada pukul 10.00 waktu setempat. Kondisi ini disebabkan oleh kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan, yang tersebar akibat angin yang membawa polusi ke wilayah negara kota tersebut. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) mengonfirmasi bahwa angka PSI di atas 100 termasuk dalam kategori tidak sehat, yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kebakaran yang menyebabkan kabut asap ini diperparah oleh kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino Super, yang telah memicu peningkatan aktivitas kebakaran sejak pertengahan Agustus. Sejak 21 Agustus, kabut asap pekat teramati secara rutin di wilayah selatan dan tengah Sumatra, serta sebagian besar wilayah Kalimantan. Prediksi cuaca dari Layanan Meteorologi Singapura menunjukkan bahwa kondisi kering akan berlangsung hingga paruh pertama September, dengan kemungkinan hujan turun pada minggu kedua bulan tersebut.
NEA mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam puncak siang hari, untuk menghindari paparan polusi. Selain itu, otoritas juga mencatat peningkatan titik panas di sekitar wilayah Singapura, menandakan adanya aktivitas kebakaran yang masih aktif di daerah tetangga. Kondisi ini mengingatkan pada kejadian serupa pada Oktober 2023, ketika Singapura juga mengalami penurunan kualitas udara akibat dampak serupa dari kebakaran lintas batas.
Negara tetangga seperti Malaysia juga terdampak, dengan sejumlah wilayah melaporkan kualitas udara dalam kategori berbahaya. Lonjakan kasus asma dan gangguan pernapasan tercatat secara signifikan di beberapa kota. Upaya mitigasi terus dilakukan, termasuk pemantauan satelit dan koordinasi lintas negara untuk menangani akar permasalahan kebakaran hutan dan lahan secara bersama-sama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

