Spanyol Tuduh Israel dan Rusia Sebarkan Hoaks soal Krisis Migran Ceuta
Perdana Menteri Spanyol menegaskan adanya kampanye disinformasi dari Israel dan Rusia terkait gelombang migran ke Ceuta, didukung data EEAS dan diperparah oleh kelompok ultra-kanan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 04.53 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 156x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara tegas mengungkapkan adanya upaya sistematis menyebarkan informasi palsu terkait krisis migran yang melanda Ceuta pada akhir Juli lalu. Menurutnya, sejak 30 dan 31 Juli, berbagai hoaks yang dikaitkan dengan Rusia dan Israel mulai menyebar luas di media sosial. Temuan ini berdasarkan analisis dari European External Action Service (EEAS), badan diplomatik Uni Eropa, yang memantau aktivitas digital lintas negara.
Sanchez menyoroti bahwa disinformasi tersebut sengaja dibuat untuk memanipulasi opini publik dan menyerang Spanyol serta Eropa secara kolektif. Ia menyebut kelompok-kelompok politik ekstrem kanan internasional turut memanfaatkan isu migrasi sebagai alat untuk memecah belah solidaritas antarnegara Eropa. Menurutnya, motif di balik aksi ini terkait ketegangan geopolitik, terutama terkait posisi Spanyol yang mendukung kemerdekaan Palestina serta mendukung Ukraina dalam konflik dengan Rusia.
Ketika lebih dari 70 ribu warga Maroko menyeberang ke Ceuta—sebagian melalui renang—kota kantong Spanyol di Afrika Utara itu menjadi pusat perhatian dunia. Banyak dari mereka berharap bisa mendapatkan perlindungan dan tempat tinggal di Eropa. Namun, pada saat yang sama, berbagai narasi palsu mulai tersebar daring, termasuk klaim bahwa migran yang masuk dari laut tidak bisa dideportasi kembali ke Maroko. Pernyataan itu secara tegas dibantah oleh pemerintah Spanyol sebagai informasi keliru yang dapat memperkeruh situasi.
Sampai saat ini, pemerintah setempat mencatat sekitar 3.500 hingga 7.000 migran masih berada di wilayah Ceuta, sementara politisi lokal memperkirakan jumlahnya mencapai 10 ribu, termasuk anak-anak yang tidak memiliki pendamping. Warga setempat telah menggelar demonstrasi rutin memprotes dampak sosial dan keamanan yang ditimbulkan. Sanchez menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan sumber penyebaran disinformasi tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

