Subsidi Energi Bisa Melonjak Rp300 Triliun Jika EBT Terlambat Dikembangkan
Kenaikan harga energi global akibat ketegangan geopolitik berpotensi memperbesar beban subsidi energi hingga Rp700 triliun tanpa percepatan energi baru terbarukan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung memperingatkan bahwa jika pengembangan energi baru terbarukan (EBT) tidak dipercepat, anggaran subsidi dan kompensasi energi dapat membengkak hingga Rp300 triliun. Ancaman ini muncul di tengah ketidakstabilan global yang mengganggu pasokan energi, seperti konflik antara Amerika Serikat dengan Iran serta perang di Ukraina yang belum berakhir. Dampaknya, harga energi di pasar internasional berpotensi melonjak, berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional.
Kenaikan harga energi global dapat memicu inflasi yang lebih tinggi dan menaikkan biaya produksi di berbagai sektor. Bagi Indonesia, yang masih bergantung pada impor energi, hal ini akan memperbesar kebutuhan anggaran untuk subsidi BBM, listrik, dan LPG. Saat ini, anggaran subsidi dan kompensasi energi berada di kisaran Rp400 triliun—dengan realisasi Rp381,3 triliun dalam APBN—namun jika tidak ada antisipasi melalui pengembangan EBT, jumlah tersebut bisa naik hingga sekitar Rp700 triliun.
Peningkatan beban anggaran ini berdampak langsung pada kinerja fiskal negara, terutama mengingat tekanan pembiayaan yang sudah tinggi di tahun ini. Yuliot menekankan bahwa tambahan beban sebesar Rp300 triliun akan berdampak pada defisit pembiayaan APBN, khususnya pada tahun 2026. Oleh karena itu, percepatan transisi energi menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan anggaran dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah strategis yang sedang dilakukan pemerintah antara lain implementasi biodiesel B50 mulai 2026 dan persiapan penerapan B60 di tahun depan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, upaya peningkatan cadangan energi nasional terus digenjot, dengan target meningkatkan cadangan operasional dari rata-rata 21 hari saat ini menjadi minimal 30 hari. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri dan tahan terhadap gejolak global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


