Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Suplemen Gym Tanpa BPOM Berpotensi Rusak Fungsi Ginjal

Konsumsi suplemen gym tanpa izin edar BPOM, terutama dalam dosis tinggi, dapat menimbulkan risiko kerusakan ginjal akibat beban metabolisme yang berlebihan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
Suplemen Gym Tanpa BPOM Berpotensi Rusak Fungsi Ginjal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan suplemen gym yang tidak terkontrol dan tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kesehatan organ ginjal. Organ ini memiliki peran krusial dalam menyaring racun dan limbah metabolisme dari darah, sehingga kerja ginjal bisa terganggu jika terpapar zat-zat berisiko dari produk suplemen yang tidak terstandarisasi. Khususnya bagi individu yang sudah memiliki kondisi ginjal tidak normal, paparan bahan aktif dalam suplemen bisa memperparah keadaan.

Beberapa kandungan yang kerap menjadi perhatian antara lain protein dalam jumlah berlebih, kreatin, stimulan seperti kafein, serta zat anabolik atau hormon pertumbuhan. Asupan protein tinggi secara berkelanjutan dapat meningkatkan beban kerja ginjal karena organ harus membuang sisa metabolisme protein secara terus-menerus. Kreatin, meski sering digunakan untuk meningkatkan performa fisik, dapat menaikkan kadar kreatinin dalam darah—indikator penting dalam menilai fungsi ginjal. Peningkatan ini menjadi peringatan khusus bagi pengguna yang sudah memiliki gangguan ginjal.

Produk fat burner yang mengandung stimulan juga patut diwaspadai, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain atau minuman berkafein. Interaksi semacam ini dapat memperburuk efek samping seperti peningkatan tekanan darah, gangguan irama jantung, dan stres pada ginjal. Selain itu, penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan kerusakan organ vital, termasuk ginjal, akibat akumulasi toksin dan perubahan hormon yang tidak terkendali.

Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat diminta lebih selektif dalam memilih suplemen. Pastikan produk telah terdaftar resmi di BPOM dan dapat diverifikasi melalui situs cekbpom.pom.go.id. Patuhi dosis yang disarankan, jangan mengonsumsi beberapa jenis suplemen secara bersamaan tanpa pemahaman tentang interaksinya. Minum air putih cukup, terutama saat berolahraga intensif, juga penting untuk membantu ginjal menjalankan fungsinya secara optimal. Bagi penderita penyakit kronis atau yang sedang menjalani terapi obat, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen adalah langkah wajib.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya