Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Swasembada Pangan Kunci Stabilitas Harga Beras

Menteri Koordinator Pangan memperingatkan ancaman kenaikan harga beras hingga Rp20.000 per kilogram jika produksi dalam negeri tidak diperkuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Swasembada Pangan Kunci Stabilitas Harga Beras
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyampaikan peringatan serius terkait ketergantungan Indonesia terhadap impor beras, yang berpotensi memicu lonjakan harga hingga Rp20.000 per kilogram jika upaya swasembada tidak diperkuat. Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, menegaskan bahwa kebijakan yang tidak proaktif terhadap produksi pangan domestik dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ia menyoroti bahwa pada 2024, sebelum mencapai swasembada, volume impor beras mencapai hampir 4,52 juta ton, menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi.

Dalam paparannya di Jakarta International Convention Center, Zulhas menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih dari beras ke produk berbasis gandum. Pada 2004, konsumsi gandum nasional berada di kisaran 3–4 juta ton, namun kini telah melonjak menjadi sekitar 13 juta ton. Perubahan ini didorong oleh harga beras yang relatif tinggi dibandingkan dengan produk gandum yang lebih terjangkau, mendorong masyarakat beralih ke alternatif pangan yang lebih murah seperti roti dan produk olahan lainnya.

Ia menekankan bahwa kemandirian pangan bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga efisiensi biaya produksi. Saat ini, biaya produksi beras di Indonesia mencapai Rp12.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam dan Thailand yang hanya sekitar Rp3.800 per kilogram. Angka ini menjadi indikator bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, bukan hanya kebijakan impor atau distribusi.

Zulhas juga mengungkap pengalaman pribadi saat menjabat Menteri Perdagangan, ketika Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan pasokan beras dari India di masa krisis. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bahwa ketergantungan pada negara lain dalam kondisi kritis dapat mengancam kedaulatan pangan. Ia menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang tidak memiliki swasembada pangan, dan kemandirian pangan merupakan cerminan kemajuan peradaban suatu bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya