Swasembada Pangan Kunci Stabilitas Harga Beras
Menteri Koordinator Pangan memperingatkan ancaman kenaikan harga beras hingga Rp20.000 per kilogram jika produksi dalam negeri tidak diperkuat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyampaikan peringatan serius terkait ketergantungan Indonesia terhadap impor beras, yang berpotensi memicu lonjakan harga hingga Rp20.000 per kilogram jika upaya swasembada tidak diperkuat. Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, menegaskan bahwa kebijakan yang tidak proaktif terhadap produksi pangan domestik dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ia menyoroti bahwa pada 2024, sebelum mencapai swasembada, volume impor beras mencapai hampir 4,52 juta ton, menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi.
Dalam paparannya di Jakarta International Convention Center, Zulhas menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih dari beras ke produk berbasis gandum. Pada 2004, konsumsi gandum nasional berada di kisaran 3–4 juta ton, namun kini telah melonjak menjadi sekitar 13 juta ton. Perubahan ini didorong oleh harga beras yang relatif tinggi dibandingkan dengan produk gandum yang lebih terjangkau, mendorong masyarakat beralih ke alternatif pangan yang lebih murah seperti roti dan produk olahan lainnya.
Ia menekankan bahwa kemandirian pangan bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga efisiensi biaya produksi. Saat ini, biaya produksi beras di Indonesia mencapai Rp12.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam dan Thailand yang hanya sekitar Rp3.800 per kilogram. Angka ini menjadi indikator bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi, bukan hanya kebijakan impor atau distribusi.
Zulhas juga mengungkap pengalaman pribadi saat menjabat Menteri Perdagangan, ketika Indonesia mengalami kesulitan mendapatkan pasokan beras dari India di masa krisis. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga bahwa ketergantungan pada negara lain dalam kondisi kritis dapat mengancam kedaulatan pangan. Ia menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang tidak memiliki swasembada pangan, dan kemandirian pangan merupakan cerminan kemajuan peradaban suatu bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


