Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tabung Rp300 Ribu Bulanan, Bisa Jadi Kaya di Usia 40 Tahun

Anggota Komisi XI DPR menyarankan anak muda menyisihkan Rp300 ribu per bulan untuk investasi saham, dengan target kekayaan setara pebisnis sukses pada usia 40 tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tabung Rp300 Ribu Bulanan, Bisa Jadi Kaya di Usia 40 Tahun
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemuda yang ingin membangun kekayaan jangka panjang diminta mulai dengan disiplin finansial sejak dini. Salah satu langkah praktis yang disampaikan oleh anggota Komisi XI DPR adalah menabung atau berinvestasi sebesar Rp300 ribu setiap bulan, khususnya melalui instrumen saham. Dengan konsistensi, dana yang rutin disisihkan dapat tumbuh secara eksponensial seiring waktu, membuka peluang mencapai posisi keuangan yang signifikan dalam dua dekade.

Dalam acara Lampung Financial Festival 2026, narasumber menegaskan bahwa menanamkan dana secara rutin, tanpa perlu sering mengintervensi, bisa membawa hasil yang mengesankan. Ia mencontohkan, jika seseorang mulai berinvestasi sejak usia 20 tahun dan tetap konsisten hingga usia 40, nilai kekayaan yang terakumulasi bisa menyamai atau bahkan melampaui posisi ekonomi pebisnis kelas menengah atas. Pernyataan ini didukung oleh data dan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memvalidasi potensi pertumbuhan investasi jangka panjang.

Untuk meminimalkan risiko, ia menyarankan agar pemula memilih saham-saham yang masuk dalam kategori LQ45, karena telah melalui seleksi ketat terkait kinerja perusahaan, likuiditas, dan transparansi. Investasi pada aset yang tidak dipahami secara mendalam, terutama yang berlabel "angel" atau bisnis yang tidak jelas, dinilai berpotensi menimbulkan kerugian besar. Ia menekankan pentingnya riset mandiri, termasuk mempelajari profil perusahaan melalui sumber terpercaya seperti Google.

Kepada generasi muda yang tertarik pada instrumen baru seperti kripto, disampaikan peringatan keras. Ia menyebut bahwa tanpa pemahaman mendalam tentang mekanisme, volatilitas, dan risiko sistemik, ikut serta dalam investasi kripto berarti mengambil risiko tinggi tanpa dasar yang kuat. Dibandingkan, investasi saham dinilai lebih terukur dan aman bagi pemula. Ia juga memperingatkan agar tidak tergoda oleh imbal hasil tinggi yang terlalu menggiurkan, karena sering kali menjadi tanda investasi ilegal atau penipuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya