Tarif Listrik PLN Tetap di September 2026, Tidak Ada Kenaikan
Pemerintah memastikan tarif listrik PLN tidak mengalami kenaikan pada triwulan III 2026, termasuk bulan September, sesuai kebijakan yang berlaku sejak Juli hingga September.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tarif listrik yang diterapkan oleh PT PLN (Persero) pada bulan September 2026 tetap mengacu pada ketetapan pemerintah untuk periode Juli hingga September tahun yang sama. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh golongan pelanggan, baik nonsubsidi maupun bersubsidi, tanpa adanya perubahan tarif yang diterapkan mulai 1 September 2026. Penetapan ini menjadi bentuk kebijakan strategis untuk menjaga daya beli masyarakat serta menopang daya saing sektor industri dalam konteks ekonomi makro yang dinamis.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tarif tetap berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi, termasuk rumah tangga, bisnis, industri, pemerintah, dan penerangan jalan umum. Pelanggan rumah tangga bersubsidi tetap mendapatkan tarif Rp415 per kWh untuk daya 450 VA dan Rp605 per kWh untuk 900 VA. Sementara itu, pelanggan nonsubsidi dengan daya 900 VA-RTM dibebani tarif Rp1.352 per kWh, dan untuk daya di atas 2.200 VA hingga 5.500 VA, tarif tetap di level Rp1.699,53 per kWh.
Untuk sektor bisnis, tarif bervariasi menyesuaikan kapasitas, dengan golongan B-2/TR mulai dari 6.600 VA hingga 200 kVA dikenakan tarif Rp1.444,70 per kWh. Pelanggan industri dengan kapasitas di atas 200 kVA dikenakan tarif Rp1.114,74 per kWh, sementara untuk kapasitas 30.000 kVA ke atas, tarifnya lebih rendah, yaitu Rp996,74 per kWh. Pelanggan pemerintah dan penerangan jalan umum juga mengikuti struktur tarif yang telah ditetapkan, dengan kisaran antara Rp1.522,88 hingga Rp1.699,53 per kWh tergantung kapasitas.
Keputusan mempertahankan tarif listrik di triwulan III 2026 didasarkan pada mekanisme penyesuaian tariff yang mempertimbangkan indikator ekonomi makro seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA). Meskipun kondisi eksternal memungkinkan penyesuaian, pemerintah memilih untuk tidak menaikkan tarif guna menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi beban masyarakat. Biaya listrik yang tercantum pada tagihan mencerminkan pemakaian aktual dikalikan tarif per kWh, tanpa termasuk komponen lain seperti beban pelayanan atau pajak yang mungkin berlaku terpisah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan kemajuan signifikan dalam kemandirian pangan nasional melalui swasembada delapan komoditas dan rekor pengadaan beras oleh BULOG.
26 Oktober 2026

Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa
Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tudingan bahwa Moskow memicu gelombang unjuk rasa di Eropa, menilai klaim tersebut sebagai upaya menyalahkan pihak luar atas krisis internal negara-negara tersebut.
26 Oktober 2026

Fahri Hamzah Ajak Bangun Kecerdasan Politik Holistik
Wakil Ketua Umum Partai Gelora menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menilai kinerja pemerintahan dua tahun Prabowo-Gibran demi membangun kecerdasan politik yang sehat.
26 Oktober 2026

Gubernur URI Bahas Pendidikan Kepemimpinan dengan Prabowo di Hambalang
Pertemuan Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto dengan Presiden Prabowo Subianto fokus pada perkembangan program pemimpin masa depan dan rencana pembangunan kampus baru di Bogor.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

