Telkom Sederhanakan Struktur, Fokus ke Bisnis Inti
Telkom berhasil memangkas jumlah anak usaha dari 68 menjadi 18 sebagai bagian dari transformasi strategis, dengan alokasi modal 94% di bisnis inti B2C dan B2B sepanjang paruh pertama 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan tahap awal dari program penyederhanaan struktur perusahaan dengan mengurangi jumlah anak usaha dari 68 menjadi 18 entitas. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas arahan dari Badan Pemegang Saham BUMN (BP BUMN) dan BPI Danantara, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada bisnis utama yang berpotensi pertumbuhan tinggi.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa pemangkasan ini mampu mengurangi tumpang tindih bisnis dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Dengan struktur yang lebih ramping, perusahaan kini lebih mampu mengalokasikan sumber daya dan kapital secara optimal, terutama pada sektor infrastruktur digital dan layanan pelanggan B2C serta B2B.
Pada periode pertama tahun 2026, lebih dari 94% belanja modal perusahaan dialokasikan untuk kegiatan bisnis inti, menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi berkelanjutan. Dian menyatakan bahwa program streamlining masih dalam proses, namun dampaknya sudah mulai terasa dalam bentuk efisiensi biaya dan peningkatan sinergi internal.
Dalam perjalanannya, Telkom bertransformasi dari model operating holding menjadi strategic holding, di mana fokus utama kini berada pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, serta penciptaan nilai bagi seluruh entitas grup. Aktivitas operasional akan dikelola oleh entitas operasional (OpCo) yang lebih spesifik dan berbasis bidang usaha.
Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara Indonesia, menyatakan bahwa transformasi ini tidak hanya memperkuat kinerja internal Telkom, tetapi juga mendukung visi ekosistem Danantara serta kontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan struktur yang lebih terarah, perusahaan optimistis dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


