Temuan Struktur Bawah Tanah Mirip Bahtera Nuh di Turki
Peneliti Turki mengklaim menemukan struktur bawah tanah berbentuk memanjang dengan dimensi dan formasi yang menyerupai Bahtera Nuh, berdasarkan hasil pemindaian radar dan analisis tanah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim peneliti dari Turki mengungkap temuan struktur bawah tanah yang mencurigakan di wilayah Durupinar, sekitar 30 kilometer selatan Gunung Ararat. Pengamatan dilakukan menggunakan teknologi radar penembus tanah tiga dimensi, yang mampu mengungkap pola bentuk sudut, lorong, serta ruang terhubung di bawah permukaan tanah. Hasil pemindaian menunjukkan formasi sepanjang 157 meter dengan struktur yang terdiri dari beberapa tingkatan, menciptakan kesan seperti bangunan buatan manusia.
Kedalaman struktur terdeteksi hingga sekitar enam meter, dengan dimensi yang menurut para peneliti sangat sejalan dengan deskripsi Bahtera Nuh dalam teks keagamaan. Di samping bentuk fisik, analisis tanah menunjukkan kandungan bahan organik yang jauh lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Temuan ini menjadi dasar bagi peneliti untuk menyimpulkan kemungkinan adanya sisa-sisa material organik, termasuk kayu purba, yang pernah ada di lokasi tersebut.
Namun, klaim ini belum diterima secara luas oleh komunitas ilmiah. Sebagian besar ahli geologi tetap memandang struktur Durupinar sebagai hasil dari proses alam, seperti lipatan batuan, aktivitas lumpur, dan erosi jangka panjang. Mereka menekankan bahwa bentuk yang tampak bisa muncul secara alami tanpa perlu dikaitkan dengan mitos atau kisah religius.
Meskipun demikian, temuan ini memicu kembali perdebatan ilmiah dan publik mengenai kemungkinan adanya bukti arkeologis dari peristiwa klasik yang tercatat dalam tradisi keagamaan. Peneliti menegaskan bahwa hasil pemindaian dan uji tanah masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui ekskavasi langsung dan analisis multidisiplin. Tujuan utama adalah mengumpulkan data objektif untuk menentukan apakah struktur tersebut hasil dari aktivitas manusia atau proses geologis alami.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


