Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Temuan Struktur Bawah Tanah Mirip Bahtera Nuh di Turki

Peneliti Turki mengklaim menemukan struktur bawah tanah berbentuk memanjang dengan dimensi dan formasi yang menyerupai Bahtera Nuh, berdasarkan hasil pemindaian radar dan analisis tanah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Temuan Struktur Bawah Tanah Mirip Bahtera Nuh di Turki
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Tim peneliti dari Turki mengungkap temuan struktur bawah tanah yang mencurigakan di wilayah Durupinar, sekitar 30 kilometer selatan Gunung Ararat. Pengamatan dilakukan menggunakan teknologi radar penembus tanah tiga dimensi, yang mampu mengungkap pola bentuk sudut, lorong, serta ruang terhubung di bawah permukaan tanah. Hasil pemindaian menunjukkan formasi sepanjang 157 meter dengan struktur yang terdiri dari beberapa tingkatan, menciptakan kesan seperti bangunan buatan manusia.

Kedalaman struktur terdeteksi hingga sekitar enam meter, dengan dimensi yang menurut para peneliti sangat sejalan dengan deskripsi Bahtera Nuh dalam teks keagamaan. Di samping bentuk fisik, analisis tanah menunjukkan kandungan bahan organik yang jauh lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Temuan ini menjadi dasar bagi peneliti untuk menyimpulkan kemungkinan adanya sisa-sisa material organik, termasuk kayu purba, yang pernah ada di lokasi tersebut.

Namun, klaim ini belum diterima secara luas oleh komunitas ilmiah. Sebagian besar ahli geologi tetap memandang struktur Durupinar sebagai hasil dari proses alam, seperti lipatan batuan, aktivitas lumpur, dan erosi jangka panjang. Mereka menekankan bahwa bentuk yang tampak bisa muncul secara alami tanpa perlu dikaitkan dengan mitos atau kisah religius.

Meskipun demikian, temuan ini memicu kembali perdebatan ilmiah dan publik mengenai kemungkinan adanya bukti arkeologis dari peristiwa klasik yang tercatat dalam tradisi keagamaan. Peneliti menegaskan bahwa hasil pemindaian dan uji tanah masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui ekskavasi langsung dan analisis multidisiplin. Tujuan utama adalah mengumpulkan data objektif untuk menentukan apakah struktur tersebut hasil dari aktivitas manusia atau proses geologis alami.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya