Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tepung Singkong Jadi Bahan Inovasi Padamkan Karhutla

Menteri Pertanian menyambut baik inovasi penggunaan tepung singkong untuk pemadaman karhutla, namun menekankan uji coba oleh BRIN harus dilakukan sebelum skala besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tepung Singkong Jadi Bahan Inovasi Padamkan Karhutla
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian menyatakan kesiapan pemerintah untuk mengevaluasi potensi tepung singkong sebagai solusi inovatif dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, asalkan hasil uji coba menunjukkan efektivitas dan kelayakan teknis. Ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah sebelum penggunaan massal, khususnya melalui penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, meskipun konsep tersebut menarik, keberhasilannya harus dibuktikan secara empiris dalam berbagai skenario dan lingkungan.

Amran menegaskan bahwa peningkatan permintaan akan komoditas, seperti halnya dalam program biodiesel dan produksi telur, justru mendorong petani untuk meningkatkan produksi. Ia mencontohkan bagaimana ketika permintaan CPO naik untuk program B40 hingga B50, produksi justru meningkat pesat, bukan menurun, karena petani merespons harga yang lebih menguntungkan. Dengan pola serupa, jika tepung singkong terbukti efektif, maka produksi singkong bisa ditingkatkan secara nasional.

BRIN telah memulai kajian mendalam terhadap teknologi berbasis tepung singkong, setelah disampaikan oleh Kapolri sebagai inovasi potensial. Hasil awal menunjukkan bahwa konsep tersebut layak diuji lebih lanjut, terutama dalam skala besar. Kajian kini fokus pada komposisi bahan, metode aplikasi, serta efisiensi alat yang dibutuhkan, mengingat pemadaman karhutla di area luas tidak mungkin dilakukan secara manual.

Pengujian awal telah dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan dengan cairan berbahan dasar pati singkong yang dicampur amonium polifosfat, air, dan zat pembasah untuk menghambat perambatan api di lahan gambut. Hasilnya menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut. Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta agar teknologi ini diuji secara menyeluruh dalam skala lebih besar guna menilai kelayakannya sebagai alat strategis penanggulangan karhutla.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya