Tepung Singkong Jadi Bahan Pemadam Api Canggih
BRIN kembangkan bahan pemadam berbasis pati singkong yang meningkatkan efektivitas air dan menghambat perambatan api melalui mekanisme kimia dan fisika terintegrasi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menguji potensi tepung singkong sebagai material pendukung pemadaman kebakaran hutan melalui pengembangan formulasi retardan berbasis pati singkong yang dimodifikasi secara kimia. Penelitian ini berdasarkan rekomendasi ilmiah yang mengakomodasi kebijakan strategis pemerintah dalam penanganan karhutla. Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menegaskan bahwa meski dasar ilmiahnya kuat, setiap aspek teknis—mulai dari formulasi hingga dampak lingkungan—harus diuji secara ketat di laboratorium dan lapangan.
Bahan utama dalam inovasi ini adalah pati singkong yang dimodifikasi untuk meningkatkan kemampuan retensi air, adhesi pada permukaan vegetasi, serta stabilitas dalam kondisi panas. Pati ini tidak digunakan secara tunggal, melainkan dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan agen penurun tegangan permukaan dalam konsentrasi rendah. Mekanisme kerjanya bersifat sinergis: air berperan menurunkan suhu, pati termodifikasi memperpanjang durasi basah pada tanaman, sedangkan APP aktif saat terpapar panas dengan menghasilkan asam fosfat yang mengubah jalur dekomposisi termal bahan bakar.
Proses ini mengurangi pembentukan senyawa volatil yang mudah terbakar dan mendorong pembentukan residu karbon padat (char) yang berfungsi sebagai penghalang terhadap panas dan oksigen. Dengan demikian, teknologi CASSA-P tidak menghilangkan oksigen dari atmosfer, melainkan mengubah sifat bahan bakar agar lebih tahan terhadap nyala api. Modifikasi pati dilakukan melalui proses fosforilasi atau cross-linking untuk mencapai viskositas, stabilitas penyimpanan, dan redispersibilitas yang optimal.
Aplikasi teknologi ini dirancang fleksibel, baik untuk operasi darat maupun udara. Pada drone, formulasi dapat disemprotkan secara presisi di titik api awal atau area rawan terbakar, didukung sistem deteksi termal. Di darat, bahan ini digunakan untuk membentuk garis perlindungan pada vegetasi yang belum terbakar. Namun, teknologi ini tidak ditujukan untuk menggantikan metode pemadaman konvensional, melainkan sebagai alat pendukung dalam respons awal dan pengendalian penyebaran api.
Keberlanjutan lingkungan menjadi fokus utama penelitian. Meski berasal dari bahan terbarukan, keamanan CASSA-P belum bisa diklaim mutlak tanpa uji biodegradabilitas, toksisitas terhadap flora dan fauna, serta dampak residu setelah pembakaran. Semua parameter ini sedang dalam proses validasi untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan teknologi dalam skala besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


