Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tepung Singkong Jadi Bahan Pemadam Api Canggih

BRIN kembangkan bahan pemadam berbasis pati singkong yang meningkatkan efektivitas air dan menghambat perambatan api melalui mekanisme kimia dan fisika terintegrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tepung Singkong Jadi Bahan Pemadam Api Canggih
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menguji potensi tepung singkong sebagai material pendukung pemadaman kebakaran hutan melalui pengembangan formulasi retardan berbasis pati singkong yang dimodifikasi secara kimia. Penelitian ini berdasarkan rekomendasi ilmiah yang mengakomodasi kebijakan strategis pemerintah dalam penanganan karhutla. Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menegaskan bahwa meski dasar ilmiahnya kuat, setiap aspek teknis—mulai dari formulasi hingga dampak lingkungan—harus diuji secara ketat di laboratorium dan lapangan.

Bahan utama dalam inovasi ini adalah pati singkong yang dimodifikasi untuk meningkatkan kemampuan retensi air, adhesi pada permukaan vegetasi, serta stabilitas dalam kondisi panas. Pati ini tidak digunakan secara tunggal, melainkan dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan agen penurun tegangan permukaan dalam konsentrasi rendah. Mekanisme kerjanya bersifat sinergis: air berperan menurunkan suhu, pati termodifikasi memperpanjang durasi basah pada tanaman, sedangkan APP aktif saat terpapar panas dengan menghasilkan asam fosfat yang mengubah jalur dekomposisi termal bahan bakar.

Proses ini mengurangi pembentukan senyawa volatil yang mudah terbakar dan mendorong pembentukan residu karbon padat (char) yang berfungsi sebagai penghalang terhadap panas dan oksigen. Dengan demikian, teknologi CASSA-P tidak menghilangkan oksigen dari atmosfer, melainkan mengubah sifat bahan bakar agar lebih tahan terhadap nyala api. Modifikasi pati dilakukan melalui proses fosforilasi atau cross-linking untuk mencapai viskositas, stabilitas penyimpanan, dan redispersibilitas yang optimal.

Aplikasi teknologi ini dirancang fleksibel, baik untuk operasi darat maupun udara. Pada drone, formulasi dapat disemprotkan secara presisi di titik api awal atau area rawan terbakar, didukung sistem deteksi termal. Di darat, bahan ini digunakan untuk membentuk garis perlindungan pada vegetasi yang belum terbakar. Namun, teknologi ini tidak ditujukan untuk menggantikan metode pemadaman konvensional, melainkan sebagai alat pendukung dalam respons awal dan pengendalian penyebaran api.

Keberlanjutan lingkungan menjadi fokus utama penelitian. Meski berasal dari bahan terbarukan, keamanan CASSA-P belum bisa diklaim mutlak tanpa uji biodegradabilitas, toksisitas terhadap flora dan fauna, serta dampak residu setelah pembakaran. Semua parameter ini sedang dalam proses validasi untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan teknologi dalam skala besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya