Thailand Tegaskan Larangan Turis Berperilaku Sembarangan
Pemerintah Thailand siap cabut visa dan deportasi turis asing yang melanggar hukum atau merusak budaya lokal, demi menjaga citra pariwisata.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Thailand kembali menegaskan komitmen menjaga kenyamanan dan keamanan destinasi wisata dengan mengeluarkan peringatan tegas terhadap wisatawan mancanegara yang berperilaku tidak sesuai norma. Menteri Pariwisata dan Olahraga, Surasak Phancharoenworakul, menegaskan bahwa setiap kunjungan harus dilandasi rasa hormat terhadap hukum dan adat istiadat setempat, bukan sebagai ruang ekspresi politik atau pelanggaran aturan sembarangan.
Kebijakan tegas ini muncul menyusul sejumlah insiden yang menimbulkan kegaduhan, terutama di kawasan wisata populer seperti Pulau Koh Samui. Salah satunya adalah laporan dari pemilik kebun binatang lokal yang mengadukan sekelompok turis asal Israel atas tindakan pelecehan, ancaman kekerasan terhadap keluarga, serta ancaman membakar fasilitas dan rumah penduduk. Pelanggaran dimulai dari penolakan membayar tiket masuk dan menuntut pengembalian dana, yang kemudian berujung pada tindakan membahayakan keselamatan satwa.
Pemerintah menegaskan bahwa tindakan hukum akan diterapkan secara cepat dan menyeluruh, termasuk pencabutan izin tinggal dan pemulangan paksa terhadap pelanggar. Langkah ini bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk melindungi citra negara yang menjadi salah satu destinasi utama di Asia Tenggara. Menurut Surasak, Thailand tetap terbuka bagi wisatawan dunia, namun tidak akan membiarkan siapa pun memperlakukan negara sebagai tempat bebas melanggar aturan.
Data pariwisata menunjukkan tekanan terhadap sektor ini, dengan jumlah kunjungan wisman dari 1 Januari hingga 15 Agustus mencapai 19,7 juta orang, turun 3,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan menjamin pengalaman liburan yang positif bagi semua pihak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
InJourney Airports menurunkan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50% untuk mendukung mobilitas dan menekan harga tiket pesawat selama periode Natal 2026 hingga Tahun Baru 2027.
26 Oktober 2026

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Gerakan mahasiswa Serbia menang telak dalam pemilu sela, mengakhiri dominasi 14 tahun Aleksandar Vučić yang diwarnai korupsi dan kelalaian.
26 Oktober 2026

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Luiz Inácio Lula da Silva menang dalam pemilu putaran kedua dengan 51,7 persen suara, menjadi presiden pertama Brasil yang menjabat empat kali, setelah sebelumnya memimpin pada periode 2003–2010 dan 2023–2026.
26 Oktober 2026

8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mencapai swasembada di delapan komoditas pangan utama dengan produksi melampaui kebutuhan nasional sebesar 4,69 juta ton.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

