Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Thailand Tegaskan Larangan Turis Berperilaku Sembarangan

Pemerintah Thailand siap cabut visa dan deportasi turis asing yang melanggar hukum atau merusak budaya lokal, demi menjaga citra pariwisata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Thailand Tegaskan Larangan Turis Berperilaku Sembarangan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Thailand kembali menegaskan komitmen menjaga kenyamanan dan keamanan destinasi wisata dengan mengeluarkan peringatan tegas terhadap wisatawan mancanegara yang berperilaku tidak sesuai norma. Menteri Pariwisata dan Olahraga, Surasak Phancharoenworakul, menegaskan bahwa setiap kunjungan harus dilandasi rasa hormat terhadap hukum dan adat istiadat setempat, bukan sebagai ruang ekspresi politik atau pelanggaran aturan sembarangan.

Kebijakan tegas ini muncul menyusul sejumlah insiden yang menimbulkan kegaduhan, terutama di kawasan wisata populer seperti Pulau Koh Samui. Salah satunya adalah laporan dari pemilik kebun binatang lokal yang mengadukan sekelompok turis asal Israel atas tindakan pelecehan, ancaman kekerasan terhadap keluarga, serta ancaman membakar fasilitas dan rumah penduduk. Pelanggaran dimulai dari penolakan membayar tiket masuk dan menuntut pengembalian dana, yang kemudian berujung pada tindakan membahayakan keselamatan satwa.

Pemerintah menegaskan bahwa tindakan hukum akan diterapkan secara cepat dan menyeluruh, termasuk pencabutan izin tinggal dan pemulangan paksa terhadap pelanggar. Langkah ini bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk melindungi citra negara yang menjadi salah satu destinasi utama di Asia Tenggara. Menurut Surasak, Thailand tetap terbuka bagi wisatawan dunia, namun tidak akan membiarkan siapa pun memperlakukan negara sebagai tempat bebas melanggar aturan.

Data pariwisata menunjukkan tekanan terhadap sektor ini, dengan jumlah kunjungan wisman dari 1 Januari hingga 15 Agustus mencapai 19,7 juta orang, turun 3,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan menjamin pengalaman liburan yang positif bagi semua pihak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya