Tiga Kasus Impor China Diperiksa KADI, Ancam Keberlangsungan Industri Dalam Negeri
Komite Anti Dumping Indonesia menyelidiki tiga produk impor asal China yang berpotensi merusak daya saing dan keberlanjutan industri dalam negeri hingga Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) kini memperdalam penyelidikan terhadap tiga kasus impor produk asal Tiongkok yang dinilai berpotensi merusak struktur industri domestik. Ketiga kasus tersebut mencakup Hot Rolled Coil (HRC) dari paduan lain, Tinplate, dan Superabsorbent Polymers (SAP), masing-masing dengan kode HS yang telah ditetapkan. Proses penyelidikan masih berlangsung secara aktif, dengan fokus pada indikasi harga impor yang tidak wajar dibandingkan harga pasar dalam negeri.
Penyelidikan HRC of Other Alloy (kode HS 3902.30.90) telah berjalan sejak 2 April 2026, sementara Interim Review Tinplate (kode HS 7210.12.10 dan 7210.12.90) dimulai pada 9 Juni 2026. Kasus terbaru, Superabsorbent Polymers (SAP) dengan kode HS 3906.90.92 dan 3906.90.99, baru diinisiasi pada 14 Agustus 2026. Ketiganya tengah dalam tahap pengumpulan data dan verifikasi lapangan untuk menilai dampak terhadap produksi, investasi, serta stabilitas tenaga kerja di sektor industri lokal.
Ketua KADI, Frida Adiati, menegaskan bahwa temuan awal menunjukkan adanya indikasi harga impor yang jauh lebih rendah dibandingkan produk dalam negeri, yang berpotensi menimbulkan tekanan berkelanjutan terhadap harga pasar domestik. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan signifikan dalam volume penjualan, pengurangan utilisasi kapasitas produksi, dan merosotnya profitabilitas perusahaan. Dampaknya dapat meluas hingga mengancam keberlangsungan operasional industri di berbagai daerah.
KADI menekankan bahwa keputusan tidak ditentukan hanya oleh nilai impor tertinggi, melainkan oleh dampak struktural terhadap daya saing dan ketahanan industri nasional. Proses verifikasi lapangan terhadap produsen dalam negeri maupun eksportir menjadi bagian penting untuk memastikan keakuratan data dan hubungan sebab-akibat antara impor dan kerugian. Hasil akhir penyelidikan akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menilai kemungkinan penerapan tindakan perdagangan, seperti Bea Masuk Antidumping dan Bea Masuk Imbalan, guna menjamin persaingan yang adil dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


