Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tiga Kelurahan Jakarta Barat Masuk Finalis Benyamin S Award

Tiga kelurahan di Jakarta Barat bersaing di babak final Benyamin S Award dengan menampilkan keberlanjutan program pembangunan berbasis masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tiga Kelurahan Jakarta Barat Masuk Finalis Benyamin S Award📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tiga kelurahan di Jakarta Barat—Srengseng, Sukabumi Utara, dan Taman Sari—berhasil meraih posisi finalis dalam ajang penghargaan Benyamin S Award tingkat provinsi. Mereka dipilih dari seleksi ketat berdasarkan kriteria kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan masyarakat. Penilaian dilakukan langsung oleh tim juri yang mengunjungi langsung lokasi kegiatan masing-masing kelurahan pada Kamis (8/10), menilai kualitas program yang telah dijalankan secara berkelanjutan.

Kelurahan Srengseng menggelar Festival Hutan Kota dengan tema "Hutan, Kota, dan Kita", yang mengintegrasikan ekologi, budaya, dan perekonomian lokal. Wilayah ini dibagi menjadi empat zona: hijau, komunitas, UMKM, dan budaya, yang menjadi representasi dari upaya pemerintah kelurahan dalam menciptakan ruang ramah lingkungan sekaligus memperkuat kesejahteraan warga. Lurah Tariswan menegaskan bahwa semua aktivitas yang ditampilkan merupakan hasil dari program yang telah berjalan sebelumnya, hanya dikemas lebih sistematis dan menarik untuk evaluasi juri.

Di Sukabumi Utara, fokus utama penilaian terletak pada keberlanjutan kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. Lurah Ali Syahidin menyampaikan bahwa sejak kunjungan sebelumnya, pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas publik. Ia menekankan pentingnya pendekatan inklusif yang melibatkan warga dalam setiap kebijakan. Kelurahan ini juga berambisi menjadi destinasi wisata budaya melalui Kampung Silat Rawa Belong, yang telah mendapat pengakuan dari Kemenparekraf dan kunjungan dari lembaga pelestarian warisan budaya.

Taman Sari menonjol dengan keragaman budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Lurah Abdul Malik Raharusun menjelaskan bahwa identitas Betawi Taman Sari lahir dari interaksi lintas etnis sejak masa kolonial, menciptakan semangat kekeluargaan dan kolaborasi. Melalui Festival Budaya Taman Sari, warga menunjukkan komitmen terhadap pelestarian tradisi sambil tetap mengakomodasi modernisasi. Semua kategori penilaian Benyamin S Award dinilai telah terpenuhi secara nyata di wilayah ini.

Ketiga kelurahan akan kembali tampil dalam babak final penilaian tatap muka pada 15 Oktober, di mana mereka akan menyampaikan presentasi mengenai seluruh program yang telah dijalankan. Hasil akhir akan diumumkan dalam acara puncak akhir Oktober. Keberhasilan ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya kolektif pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya