Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

TNI dan Mitra Militer Perbaiki Fasilitas Sekolah dalam Latgabma SGS 2026

Pembangunan fasilitas sekolah di OKU Timur menjadi bagian dari misi kemanusiaan dalam latihan gabungan Super Garuda Shield 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
TNI dan Mitra Militer Perbaiki Fasilitas Sekolah dalam Latgabma SGS 2026
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan perbaikan sarana pendidikan di SDN 12 Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, dilakukan kolaboratif antara TNI dan angkatan bersenjata negara-negara sahabat, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura. Proyek ini merupakan bagian dari Program Aksi Sipil Insinyur (ENCAP), yang menjadi salah satu elemen utama dalam pelaksanaan Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026. Kegiatan ini menekankan sinergi militer yang tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Wakil Komandan Pusat Pendidikan Tempur TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, meninjau langsung progres perbaikan fasilitas sekolah pada Rabu (2/9). Ia menegaskan bahwa tujuan utama ENCAP bukan semata-mata untuk menguji kapasitas teknis prajurit, tetapi juga memperkuat hubungan strategis melalui kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan ini membuktikan bahwa SGS 2026 memiliki dampak sosial yang mendalam, di luar ranah militer,” ujarnya.

Pengerjaan fasilitas sekolah ini akan berlangsung hingga 7 September 2026, dengan rencana peresmian hasil proyek dilakukan pada hari terakhir kegiatan. Selain di OKU Timur, ENCAP juga dilaksanakan di sejumlah lokasi latihan militer lainnya di Indonesia, mencerminkan komitmen bersama terhadap pembangunan infrastruktur publik di wilayah operasional. Proyek ini menjadi simbol kerja sama internasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Super Garuda Shield 2026 menghadirkan total 4.743 personel dari 21 negara, termasuk Indonesia, Australia, Jepang, Prancis, dan Vietnam, yang bertempat di sejumlah daerah seperti Bandung, Jakarta, Lampung, Baturaja, dan Nunukan. Latihan ini berlangsung dari 31 Agustus hingga 11 September 2026, dengan 12 materi latihan yang dilaksanakan, mencakup kemampuan operasional, diplomasi pertahanan, serta respons terhadap ancaman keamanan lintas negara.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan bahwa SGS merupakan ajang tahunan yang terus diperkuat sebagai wadah kolaborasi militer regional dan global. “Kami ingin menunjukkan bahwa pertahanan nasional bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga keterlibatan aktif dalam membangun masyarakat,” tegasnya. Melalui ENCAP, TNI menunjukkan bahwa pertukaran militer dapat berdampak positif secara langsung di tingkat desa dan komunitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya