Transmigrasi Era Baru Dorong Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan
Kementerian Transmigrasi memperbarui visi dengan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dan integrasi nilai tambah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kawasan transmigrasi kini diletakkan sebagai lumbung ekonomi baru yang berpotensi menggerakkan pertumbuhan di wilayah terpencil. Pembaruan arah kebijakan menekankan pentingnya menciptakan peluang kerja, menumbuhkan usaha lokal, dan menarik investasi sebelum mobilitas penduduk dilakukan. Pendekatan ini mengedepankan prinsip bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi hasil utama, bukan sekadar dampak sampingan dari pembangunan.
Dengan posisi geografis strategis dan kekayaan sumber daya alam, khususnya nikel yang vital bagi industri baterai dan kendaraan listrik, Indonesia memiliki peluang unik dalam transformasi rantai pasok global. Menurut pakar ekonomi dari University of Glasgow, Soner Başkaya, Indonesia berada pada posisi menguntungkan karena netralitas politik, akses jalur perdagangan, serta potensi pengembangan industri berbasis sumber daya. Namun, kesempatan ini harus diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pembangunan tidak boleh berjalan sendiri. Kementerian Transmigrasi menekankan pentingnya ekosistem yang terintegrasi, mencakup riset, produksi, pengolahan, logistik, hingga pemasaran. Transformasi ini menuntut keterlibatan berbagai sektor, termasuk pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui lima program unggulan—Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong—pembangunan dilakukan secara sistemik dan inklusif.
Khususnya, program Trans Karya Nusantara menekankan prinsip “kerja dulu, pindah kemudian”, di mana peluang ekonomi dan infrastruktur harus sudah tersedia sebelum penduduk berpindah. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa keberhasilan tidak diukur dari jumlah investasi yang diumumkan, melainkan dari peningkatan keterampilan, pendapatan, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan potensi pasar durian global yang bernilai Rp137 triliun per tahun, yang harus dimanfaatkan bukan hanya untuk ekspor mentah, tetapi untuk membangun industri lokal dari hulu hingga hilir.
Dalam forum Transmigration Executive Dialogue, hadir perwakilan dari sejumlah kementerian, lembaga, serta 10 perguruan tinggi mitra. Mereka menyepakati bahwa transmigrasi modern harus menjadi gerakan kolektif, di mana masyarakat lokal menjadi pelaku utama, bukan objek. Para Patriot yang bertugas di 53 kawasan prioritas diminta tidak hanya melaporkan temuan, tetapi juga memahami realitas lapangan, menerapkan ilmu, dan menjembatani potensi lokal dengan teknologi, pasar, dan investasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


