Trump Dihadapkan Krisis Kepercayaan Publik Terdalam
Popularitas Trump anjlok ke level terendah sepanjang karier politik, didorong ketidakpuasan terhadap kebijakan perang Iran dan ekonomi, dengan hanya 33% warga AS setuju terhadap kinerjanya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden AS Donald Trump mencapai titik terendah dalam sejarah karier politiknya. Hasil jajak pendapat yang berakhir pada Senin, 1 September 2026, mengungkapkan bahwa hanya 33% warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump di Gedung Putih, angka yang lebih rendah dibandingkan titik terendah masa jabatan Joe Biden pada Oktober 2024. Kondisi ini menandai penurunan signifikan dari level 47% yang pernah dicapai pada awal masa jabatan saat ini.
Faktor utama anjloknya popularitas Trump adalah ketidakpuasan publik terhadap pengelolaan krisis internasional, khususnya konflik dengan Iran. Sejak AS mulai melakukan serangan udara ke Iran pada Februari 2026, harga bahan bakar melonjak tajam, memperburuk tekanan inflasi yang sudah menghantui masyarakat. Hanya 36% warga yang mendukung kebijakan militer tersebut, sementara 71% menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menangani persoalan biaya hidup, termasuk empat dari sepuluh anggota Partai Republik.
Ketegangan geopolitik yang kembali memuncak dalam beberapa hari terakhir—dengan saling serangan rudal antara AS dan Iran—semakin memperkuat sentimen negatif terhadap kebijakan luar negeri Trump. Iran telah memblokir jalur perdagangan minyak global secara signifikan sejak awal konflik, memperburuk ketegangan ekonomi global. Di tengah krisis ini, Partai Demokrat menunjukkan keunggulan dalam persepsi ekonomi, dengan 46% pendukungnya menyatakan antusias menghadapi pemilu sela 3 November, jauh melampaui 31% pendukung Republik.
Survei yang berlangsung selama empat hari ini memiliki margin kesalahan sebesar 3 poin persentase. Hasilnya menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi pemilih independen, di mana 36% memilih Demokrat dibandingkan 22% yang memilih Republik. Perubahan ini mengindikasikan potensi ancaman besar bagi Partai Republik dalam pemilihan Kongres mendatang, yang harus mempertahankan keunggulan tipis di tengah krisis kepercayaan publik yang semakin dalam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

