Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Serukan Revitalisasi Minyak Laut Utara untuk Hindari Krisis Energi Inggris

Donald Trump menegaskan Inggris menghadapi ancaman bencana akibat kenaikan biaya energi dan kebijakan net zero, serta mendorong pemanfaatan cadangan minyak dan gas di Laut Utara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Serukan Revitalisasi Minyak Laut Utara untuk Hindari Krisis Energi Inggris
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggarisbawahi kondisi kritis yang sedang dihadapi Inggris, menyebut negara tersebut berada di ambang kehancuran akibat lonjakan biaya energi, kebijakan transisi energi net zero, dan tekanan akibat arus migrasi besar-besaran. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam wawancara dengan media GB News, yang menyoroti ketegangan baru dalam hubungan bilateral antara AS dan Inggris, terutama terkait perbedaan kebijakan domestik dan eksternal. Trump menekankan bahwa situasi saat ini tidak dapat dianggap biasa, melainkan merupakan tanda peringatan serius bagi pemerintah Inggris.

Ia menilai biaya energi di Inggris telah melonjak hingga tiga hingga empat kali lipat dari angka wajar, yang berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi. Trump, yang selama ini memandang perubahan iklim sebagai isu yang direkayasa, kembali mengkritik kebijakan penghentian penggunaan bahan bakar fosil. Menurutnya, transisi energi yang dilakukan Inggris terlalu cepat dan tidak realistis, tanpa mempertimbangkan ketersediaan sumber energi alternatif yang andal.

Dalam pandangannya, solusi jangka pendek dan praktis terletak pada pemanfaatan cadangan minyak dan gas alam yang melimpah di Laut Utara. Trump mendesak pemerintah Inggris untuk segera memberikan izin bagi dua proyek besar di wilayah tersebut, sebagai upaya mencegah krisis energi yang lebih dalam. Ia menekankan bahwa energi fosil tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, terutama dalam kondisi ketegangan global yang terus berlangsung.

Saat ini, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sedang mempertimbangkan rencana pemberian izin untuk proyek-proyek tersebut. Pemerintahnya menyatakan akan mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis dalam transisi energi, namun tetap mempertahankan komitmen jangka panjang terhadap penggunaan energi bersih. Keputusan ini diharapkan bisa menyeimbangkan antara kebutuhan energi domestik dan target pengurangan emisi secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya