Trump Setujui Serangan Udara Saudi ke Bandara Sanaa
Presiden AS Donald Trump disebut telah menyetujui serangan udara Arab Saudi terhadap bandara Sanaa sebelum kedatangan pesawat yang membawa pemimpin Houthi dari Iran.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.07 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Kementerian Pertahanan Yaman yang diakui secara internasional mengonfirmasi telah melakukan operasi udara di bandara Sanaa pada Senin, 13 Juli 2026, sebelum kedatangan pesawat yang membawa pemimpin gerakan Ansar Allah dari Iran. Serangan tersebut dilakukan dalam waktu dekat sebelum kedatangan pesawat, yang dikabarkan membawa tokoh-tokoh penting Houthi. Sumber lokal di Yaman mengungkapkan tiga serangan menghantam fasilitas udara ibu kota yang dikuasai kelompok Houthi pada hari yang sama.
Laporan yang dikutip dari sumber AS menyebut bahwa permintaan serangan tersebut berasal dari Riyadh dan diproses melalui komunikasi langsung antara pejabat Arab Saudi dan Washington. Dalam percakapan telepon, Presiden Donald Trump memberikan persetujuan atas operasi militer Saudi. Keputusan ini diambil dalam konteks ketegangan regional yang memburuk, menyusul rencana kedatangan delegasi Houthi dari Iran.
Kelompok Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut, menyatakan bahwa aksi itu merupakan bagian dari strategi penguatan tekanan militer terhadap gerakan mereka. Namun, pihak Kementerian Pertahanan Yaman menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan secara mandiri dan bertujuan untuk melindungi keamanan nasional. Tidak ada korban sipil dilaporkan dalam serangan yang menargetkan fasilitas bandara.
Mohammed al-Farah, anggota biro politik Houthi, menanggapi dengan menuding Amerika Serikat mendorong Arab Saudi untuk memperluas konflik. Ia menekankan bahwa serangan tersebut bukan sekadar tindakan militer, melainkan bagian dari intervensi asing yang mengancam stabilitas Yaman. Pernyataan ini menyoroti kembali peran AS dalam dinamika konflik di kawasan, terutama dalam konteks kebijakan luar negeri yang menilai kembali kemitraan strategis di Timur Tengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

