Trump Tidur Saat Siaran Langsung Soal Kebijakan Dagang
Presiden AS Donald Trump terlihat mengantuk saat menyampaikan kebijakan perdagangan di Ruang Oval dalam siaran langsung, mengundang perhatian publik dan reaksi di media sosial.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Momen tak terduga terjadi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil dalam siaran langsung dari Gedung Putih, yang disiarkan oleh stasiun televisi Fox News. Pada Selasa (1/9), saat pemerintah AS mengumumkan perubahan tarif perdagangan terkait ketegangan dengan Kanada, Trump terlihat memejamkan mata dan tampak mengantuk di tengah penyampaian pernyataan resmi. Kamera menangkap ekspresi lesu sang pemimpin negara saat mendengarkan pengumuman resmi dari pihak kepresidenan.
Saat siaran sempat dihentikan untuk siaran darurat dari Gedung Putih, Trump tetap dalam posisi setengah tertidur. Namun, ketika sesi tanya jawab dimulai dan seorang wartawan menyampaikan pertanyaan tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran, Trump tiba-tiba menunjukkan kembali kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa opsi tersebut telah dikesampingkan, menilai pertanyaan itu tidak masuk akal dan tidak relevan.
Trump menekankan bahwa Iran telah kalah secara militer dalam konflik yang terjadi, sehingga menurutnya tidak ada alasan logis untuk mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir. Ia menyebut pertanyaan tersebut sebagai "pertanyaan bodoh sekali", menekankan bahwa AS tidak perlu mengambil langkah ekstrem terhadap negara yang sudah berada dalam posisi terpojok secara strategis. Pernyataan ini muncul setelah seorang mantan anggota Kongres menyebut adanya pembahasan internal tentang opsi nuklir dalam konteks ketegangan dengan Iran.
Reaksi publik terhadap momen tidur Trump dalam siaran langsung langsung menyebar cepat di media sosial. Banyak pengguna platform X (sebelumnya Twitter) membagikan rekaman dan komentar mengejek, menyebut bahwa ini bukan kali pertama Trump terlihat mengantuk saat tampil di depan kamera. Peristiwa ini menjadi sorotan global, menambah catatan kontroversi mengenai kesiapan kepemimpinan presiden dalam momen kritis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


