Trump Usulkan Pertemuan Trilateral di APEC
Presiden AS Donald Trump disebut ingin mengadakan pertemuan trilateral dengan Xi Jinping dan Putin dalam rangkaian KTT APEC di Shenzhen, November mendatang, meski kehadirannya belum dikonfirmasi resmi.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan pertemuan langsung dengan pemimpin China Xi Jinping dan Rusia Vladimir Putin pada saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) pada 18–19 November. Informasi ini disampaikan oleh Yuri Ushakov, ajudan senior Rusia, dalam pernyataan kepada stasiun televisi pemerintah Moskow, yang kemudian dilaporkan oleh media internasional. Ushakov menyatakan bahwa pembahasan mengenai pertemuan tersebut telah berlangsung, meskipun belum ada keputusan final.
KTT APEC yang akan digelar di Shenzhen, Tiongkok, telah dikonfirmasi kehadiran Putin sejak Mei, namun belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai kehadiran Trump. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menegaskan belum menerima informasi resmi terkait rencana pertemuan trilateral tersebut. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan belum ada pengumuman resmi mengenai rencana perjalanan presiden ke acara tersebut.
Faktor utama yang memengaruhi keputusan Trump adalah kemungkinan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di wilayah Tiongkok. Sebelumnya, Trump mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Kim dalam tahun ini. Laporan dari Wall Street Journal menambahkan bahwa tim kepresidenan telah mulai menyusun skenario pertemuan tersebut saat KTT APEC digelar. Kemungkinan besar, pertemuan dengan Pyongyang menjadi pertimbangan strategis dalam menentukan kehadiran Trump di acara tersebut.
Analis senior Eurasia Group, Jeremy Chan, menilai ketidakpuasan Trump terhadap kebijakan Korea Selatan dapat menjadi motivasi di balik upaya mendekati Pyongyang. Trump dikabarkan kecewa atas keterlambatan investasi sebesar US$350 miliar yang dijanjikan Seoul serta belum tercapainya penurunan surplus perdagangan. Menurut Chan, Trump cenderung lebih fleksibel dalam pendekatan diplomatik dibanding Kim Jong Un, yang bisa menjadi peluang untuk memengaruhi dinamika hubungan internasional dalam konteks ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


