Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Usulkan Pertemuan Trilateral di APEC

Presiden AS Donald Trump disebut ingin mengadakan pertemuan trilateral dengan Xi Jinping dan Putin dalam rangkaian KTT APEC di Shenzhen, November mendatang, meski kehadirannya belum dikonfirmasi resmi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Usulkan Pertemuan Trilateral di APEC
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan pertemuan langsung dengan pemimpin China Xi Jinping dan Rusia Vladimir Putin pada saat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) pada 18–19 November. Informasi ini disampaikan oleh Yuri Ushakov, ajudan senior Rusia, dalam pernyataan kepada stasiun televisi pemerintah Moskow, yang kemudian dilaporkan oleh media internasional. Ushakov menyatakan bahwa pembahasan mengenai pertemuan tersebut telah berlangsung, meskipun belum ada keputusan final.

KTT APEC yang akan digelar di Shenzhen, Tiongkok, telah dikonfirmasi kehadiran Putin sejak Mei, namun belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai kehadiran Trump. Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menegaskan belum menerima informasi resmi terkait rencana pertemuan trilateral tersebut. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan belum ada pengumuman resmi mengenai rencana perjalanan presiden ke acara tersebut.

Faktor utama yang memengaruhi keputusan Trump adalah kemungkinan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di wilayah Tiongkok. Sebelumnya, Trump mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Kim dalam tahun ini. Laporan dari Wall Street Journal menambahkan bahwa tim kepresidenan telah mulai menyusun skenario pertemuan tersebut saat KTT APEC digelar. Kemungkinan besar, pertemuan dengan Pyongyang menjadi pertimbangan strategis dalam menentukan kehadiran Trump di acara tersebut.

Analis senior Eurasia Group, Jeremy Chan, menilai ketidakpuasan Trump terhadap kebijakan Korea Selatan dapat menjadi motivasi di balik upaya mendekati Pyongyang. Trump dikabarkan kecewa atas keterlambatan investasi sebesar US$350 miliar yang dijanjikan Seoul serta belum tercapainya penurunan surplus perdagangan. Menurut Chan, Trump cenderung lebih fleksibel dalam pendekatan diplomatik dibanding Kim Jong Un, yang bisa menjadi peluang untuk memengaruhi dinamika hubungan internasional dalam konteks ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya