Tukang Becak Magelang Menang Undian Rp1 Miliar, Jadi Miliarder di Era 1990
Seorang tukang becak asal Magelang, Sayat, mendadak menjadi miliarder setelah menang undian SDSB pada 1990 dengan hadiah Rp1 miliar, yang setara dengan 12 rumah di Pondok Indah atau 50 kilogram emas saat itu.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pada 9 Mei 1990, kehidupan Sayat, tukang becak dari Magelang, berubah secara drastis setelah nomor kupon Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) yang ia beli dari hasil tabungan sehari-hari keluar sebagai pemenang utama. Dengan hadiah senilai Rp1 miliar, jumlah yang luar biasa besar pada era itu, ia menjadi sorotan nasional karena latar belakang sosial yang sangat sederhana. Saat pengumuman pemenang disiarkan lewat radio, suara penyiar yang mengucapkan angka 849379 membuatnya tercengang—nomor tersebut persis sesuai dengan kupon miliknya.
Kemenangan itu mengguncang masyarakat Magelang, khususnya karena sosok yang menang berasal dari kalangan pekerja harian dengan kondisi ekonomi terbatas. Media lokal melaporkan bahwa Sayat, yang hidup di rumah berdinding bambu, langsung keluar rumah dan sujud syukur di tanah halamannya, menunjukkan rasa kagum dan terharu yang mendalam. Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, tetapi juga simbol dari harapan yang bisa terwujud, meski dari latar belakang yang paling sederhana.
Dalam konteks ekonomi tahun 1990, nilai Rp1 miliar memiliki daya beli yang sangat tinggi. Harga rumah di kawasan elite seperti Pondok Indah diperkirakan mencapai Rp80 juta per unit, sehingga uang tersebut mampu membeli sekitar 12 properti. Di sisi lain, harga emas saat itu berkisar Rp20 ribu per gram, artinya dengan hadiah tersebut, Sayat bisa membeli hingga 50 kilogram emas—jumlah yang sangat signifikan.
Setelah menerima uang, Sayat tidak langsung menghabiskannya. Sebagian besar ditempatkan dalam bentuk deposito untuk menjaga nilai aset, sementara sisanya digunakan untuk membeli rumah dan menyekolahkan anak-anaknya. Ia kemudian memilih tidak lagi mengikuti program SDSB, fokus pada ibadah, membangun masjid, serta mengasuh keluarga hingga akhir hayatnya. Program SDSB sendiri kemudian dihentikan oleh pemerintah pada tahun 1993.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


