Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Turki dan Israel Menuju Titik Kritis di Suriah

Serangan Israel ke pangkalan udara dekat Aleppo memperburuk ketegangan dengan Turki, yang menolak tuduhan dan menegaskan komitmen damai, sementara ancaman eskalasi meningkat akibat dinamika regional dan pakta pertahanan baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Turki dan Israel Menuju Titik Kritis di Suriah
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan udara Israel terhadap fasilitas militer di dekat Aleppo, Suriah, telah memicu kekhawatiran besar di Ankara. Pangkalan udara yang disasar berjarak hanya 70 kilometer dari perbatasan Turki, menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi langsung. Laporan dari media Turki yang dikutip oleh sejumlah sumber regional menekankan potensi eskalasi akibat keberadaan kepentingan militer yang saling bertabrakan di wilayah Suriah, terutama di tengah ketegangan yang terus memburuk.

Israel menyatakan operasi tersebut sebagai respons terhadap informasi intelijen yang menunjukkan rencana Turki menempatkan pasukan, drone, dan sistem pertahanan udara di fasilitas tersebut. Menurut pihak militer Israel, langkah itu berpotensi mengancam kebebasan operasional mereka di wilayah udara Suriah dan mengubah keseimbangan kekuatan strategis di kawasan. Pernyataan ini ditegaskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, yang menekankan urgensi pencegahan ancaman yang dianggap mengintai.

Namun, Turki membantah tudingan tersebut dan menilai aksi Israel sebagai bentuk ekspansionisme yang dipicu oleh konteks politik dalam negeri. Pemerintah Ankara menekankan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Suriah demi menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, dengan prinsip hukum internasional dan kesepakatan sah. Penolakan terhadap tuduhan Israel disampaikan secara tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan nasional dan kebijakan luar negeri yang konsisten.

Di tengah ketegangan, peran Pakta Makkah—yang melibatkan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi—menjadi sorotan. Analisis menunjukkan kemungkinan bantuan logistik dan dukungan pertahanan udara dari Pakistan jika Turki menghadapi serangan langsung, meskipun keberadaan kewajiban intervensi masih ambigu. Bahasa dalam perjanjian yang bersifat terbuka memungkinkan berbagai interpretasi, sehingga kepastian keterlibatan mitra regional masih belum jelas.

Di sisi lain, kehadiran baliho besar di Tel Aviv yang menampilkan gambar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama tokoh-tokoh seperti pemimpin Iran dan Hizbullah menambah tensi politik. Baliho itu dipasang jelang pemilu Oktober, menunjukkan narasi yang memposisikan Turki sebagai ancaman utama. Intelijen Israel juga mulai memasukkan Turki ke dalam daftar ancaman keamanan yang setara atau bahkan melebihi Iran, menandai pergeseran signifikan dalam strategi keamanan negara Zionis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya