Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wabup Wakatobi Tegaskan Komitmen Bebas Gratifikasi

Wakil Bupati Wakatobi menegaskan komitmen penuh menolak gratifikasi dan korupsi sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wabup Wakatobi Tegaskan Komitmen Bebas Gratifikasi
Foto: Foto: Safia Wualo, Wakil Bupati Wakatobi (Wikimedia Commons)

Kendari, ıNarasikita - Wakil Bupati Wakatobi secara tegas menyatakan sikap tidak terima terhadap praktik gratifikasi dan korupsi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Dalam kesempatan sosialisasi pencegahan korupsi, ia menekankan bahwa setiap bentuk imbalan yang tidak sesuai aturan tidak akan diterima, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pernyataan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berintegritas tinggi.

Ia menjelaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan prinsip yang dijalankan secara konsisten dalam setiap kebijakan dan interaksi dengan masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, terutama dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik. Dengan sikap tegas ini, pihaknya ingin menciptakan budaya kerja yang bebas dari godaan praktik korupsi.

Wabup menekankan pentingnya peran seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung komitmen tersebut. Ia mengimbau semua pegawai untuk menjadi pelopor pencegahan korupsi dengan menjunjung tinggi kode etik dan menjalankan tugas dengan profesionalisme. Setiap laporan dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti secara transparan dan berdasarkan aturan yang berlaku.

Upaya ini, kata dia, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan menolak gratifikasi, pemerintah berharap masyarakat dapat percaya bahwa pelayanan publik dilakukan tanpa tekanan atau imbalan, sehingga tercipta sinergi positif antara pemerintah dan rakyat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya