Warga Banten Diminta Gunakan Masker Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Gubernur Banten imbau masyarakat gunakan masker dan hindari radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau menyusul sebaran abu vulkanik hingga Jawa Barat dan Jakarta.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gubernur Banten, Andra Soni, mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini dikeluarkan menyusul pergerakan abu yang menyebar ke wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat sejak malam Jumat (4/9). Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan dengan perlindungan dasar saat berada di luar ruangan.
Zona aman bagi masyarakat, termasuk nelayan dan wisatawan, ditetapkan sejauh 3 kilometer dari lokasi gunung api. Andra Soni menegaskan larangan mendekati area tersebut untuk mencegah risiko langsung dari material vulkanik. Ia menekankan bahwa kebijakan ini berlaku secara ketat demi keselamatan warga, terlebih saat kondisi hujan abu terjadi secara berkala.
Pemprov Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan aktivitas gunung api secara intensif. Koordinasi dilakukan secara rutin dengan pihak pemantau gunung api di Bandung untuk memantau arah dan intensitas sebaran abu vulkanik. Hasil pemantauan menunjukkan arus angin membawa debu ke arah Timur Laut-Selatan, mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
Menurut data BMKG per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9), terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Klaster pertama menyebar hingga ketinggian 20 ribu kaki, dengan cakupan wilayah yang cukup luas. Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa informasi ini berasal dari hasil analisis citra RGB Himawari-9 serta data dari PVMBG dan VAAC Darwin.
Andra Soni menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan memantau situasi secara real-time. Ia berharap kondisi tetap terkendali dan masyarakat tetap waspada, serta mengikuti arahan resmi dari instansi terkait. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak erupsi yang berpotensi berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


